ZONAUTARA.com – Kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai juara Liga Champions 2025/2026 membawa kericuhan di Paris, Prancis pada Sabtu (31/5/2026). Polisi menangkap ratusan orang setelah terjadi bentrokan saat perayaan kemenangan tersebut.
Menurut laporan DW, kerusuhan tersebut mulai terjadi sebelum pertandingan berakhir, ketika Arsenal sempat memimpin lewat adu penalti. Pusat kerumunan terbesar dilaporkan berada di kawasan Champs-Élysées.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengonfirmasi bahwa sedikitnya 326 orang ditangkap di seluruh negeri, dengan sekitar 235 orang di antaranya diamankan di Paris. “Menurut polisi Prancis, beberapa ratus kembang api disita, bersama dengan suar,” dilaporkan DW News pada Minggu (31/5/2026).
Untuk mengantisipasi kerusuhan, pemerintah Prancis sebenarnya telah mengerahkan sekitar 22 ribu personel polisi di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kerusuhan besar seperti yang terjadi saat PSG meraih gelar Liga Champions musim lalu.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyebut bahwa tujuh petugas mengalami luka-luka dan menegaskan bahwa kerusuhan tersebut tidak dapat diterima. Di sisi lain, Marine Le Pen, anggota parlemen sayap kanan Prancis, menyindir situasi ini dengan mengatakan bahwa hanya di Prancis sebuah kemenangan klub sepak bola dapat memicu kerusuhan. “Hanya di Prancis semua orang merasa terpaksa mengunci diri di rumah mereka pada malam kemenangan untuk menghindari kekerasan,” katanya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

