ZONAUTARA.com – Kebakaran melanda kawasan Krendang, Tambora, Jakarta Barat dan permukiman di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menghanguskan 27 rumah dan 304 rumah secara berurutan. Bencana ini berdampak pada 115 kepala keluarga (KK) di Jakarta Barat dan 354 KK di Jakarta Pusat.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani, menekankan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak boleh hanya berfokus pada tanggap darurat saat kebakaran terjadi. Ia menyatakan pentingnya evaluasi dan sistem pencegahan kebakaran yang lebih baik. “Saya mengucapkan turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi,” ucap Yani saat dihubungi, Selasa (2/6).
Yani menyoroti berulangnya kebakaran di kawasan padat penduduk karena akar persoalan yang tidak ditangani, seperti instalasi listrik yang tidak standar dan minimnya mitigasi kebakaran. “Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kawasan permukiman padat di Jakarta masih memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi,” jelasnya.
Ia juga mendesak Pemprov DKI untuk tidak hanya memberikan bantuan darurat tetapi juga memfasilitasi pemulihan kehidupan warga, termasuk mempersiapkan skema bantuan renovasi dan hunian sementara. “Saya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dan memastikan pemulihan kehidupan warga korban berjalan secara menyeluruh dan manusiawi,” tegasnya.
Yani menganggap kebakaran di Tambora sebagai peringatan bagi Pemprov untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran, terutama dengan peningkatan jumlah pos pemadam kebakaran, aksesibilitas kendaraan damkar, dan pembentukan relawan kebakaran. “Kejadian ini menunjukkan pentingnya penambahan titik pos pemadam serta pelatihan relawan kebakaran untuk penanganan awal oleh warga,” tambahnya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

