ZONAUTARA.com – Dalam jagat One Piece yang diciptakan oleh Eiichiro Oda, latar belakang masa lalu karakter sering kali menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan cerita. Kisah paling menyentuh hati sekaligus tragis adalah hubungan antara Nico Robin dan Jaguar D. Saul. Interaksi mereka bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi merupakan titik balik yang menyelamatkan nyawa dan jiwa Robin dari keputusasaan.
Pertemuan mereka terjadi di Pulau Ohara, tempat asal Nico Robin. Saat itu, Robin adalah seorang gadis kecil berusia delapan tahun yang kesepian dan terasing karena kemampuan buah iblis Hana Hana no Mi miliknya. Jaguar D. Saul, di sisi lain, adalah seorang mantan Laksamana Madya Angkatan Laut yang memutuskan untuk membelot setelah menolak perintah eksekusi bagi para peneliti sejarah. Dengan tawa khas “Dereshishishi”, Saul menjadi teman pertama yang tulus menerima Robin. Di tengah kehidupan Robin yang penuh tekanan, Saul memberikan kehangatan dan pandangan baru mengenai dunia.
Puncak interaksi mereka terjadi saat Pemerintah Dunia melancarkan Buster Call ke Ohara untuk memberantas para arkeolog yang mempelajari Poneglyph. Saul, menyadari bahaya yang mengancam Robin, berusaha keras melindunginya. Sebelum akhirnya dibekukan oleh kekuatan Ice Time milik Laksamana Madya Kuzan (Aokiji), Saul memberikan pesan yang menjadi pegangan hidup Robin selama bertahun-tahun. Ia berkata bahwa “Laut itu luas” dan suatu hari nanti Robin akan menemukan teman-teman yang akan melindunginya.
“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dilahirkan untuk sendirian! Pergilah ke laut, Robin! Teman-temanmu sedang menunggumu di suatu tempat!”
Pesan ikonik tersebut dan ajaran Saul untuk tetap tertawa di tengah kesedihan dengan tawa “Dereshishishi” menjadi warisan berharga bagi Robin. Meskipun tumbuh dalam pelarian yang penuh kegelapan, semangat Saul tetap hidup di dalam dirinya hingga Robin akhirnya menemukan kru Topi Jerami sebagai keluarga yang dijanjikan oleh Saul. Dalam Arc Egghead, terungkap bahwa Saul kemungkinan selamat dari tragedi Ohara dan bersembunyi di Elbaf, memberi harapan bagi Robin untuk bertemu kembali dengan penyelamatnya.
Kisah Nico Robin dan Jaguar D. Saul mengingatkan para penggemar bahwa persahabatan sejati dapat melampaui ras, usia, dan status sosial. Dengan pengorbanan Saul, dunia kini mengenal Nico Robin sebagai arkeolog hebat yang berpotensi mengungkap sejarah dunia yang hilang.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

