ZONAUTARA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir untuk menjauhi area pantai serta tetap tenang setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi. Gempa yang terjadi pada Senin (8/6/2026) ini, menimbulkan potensi tsunami. Kelima wilayah pesisir tersebut adalah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.
“Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang berada dalam status siaga diinstruksikan untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib menuju tempat yang lebih tinggi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, Senin.
Abdul Muhari menambahkan, pemerintah daerah dan masyarakat yang berada di wilayah dengan status waspada juga diimbau untuk tetap menjaga kesiapsiagaan. “Masyarakat di daerah waspada bisa segera menjauhi kawasan pantai maupun tepian sungai, serta menghentikan sementara segala aktivitas di perairan,” ucapnya.
Saat ini, BNPB melaporkan kondisi di lapangan sudah terpantau aman, tenang, dan terkendali. “Tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring secara berkala di lapangan untuk memantau setiap dampak yang ditimbulkan pasca-gempa serta memastikan kondisi pesisir tetap aman,” sebutnya. Koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah terus diperkuat.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik, memberikan prioritas keselamatan bagi kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak, serta selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas lintas instansi yang mengawal situasi di lapangan,” lanjutnya. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara dan berada di sektor Mindanao, Filipina.
Diolah dari laporan Antara.

