Iran Luncurkan Rudal ke Israel, Trump Berikan Peringatan Keras

Iran menembakkan rudal ke Israel, Presiden AS Donald Trump berikan peringatan tegas.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Iran dilaporkan telah menembakkan rentetan rudal ke wilayah Israel pada Minggu, (07/06/2026). Serangan ini terjadi setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh sekutu telah merusak komitmen damai yang sebelumnya disepakati. Ghalibaf menyatakan melalui media sosial X bahwa blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat dan pelanggaran perjanjian terkait Lebanon memicu gugurnya gencatan senjata. “Aktivitas militer di Lebanon dan blokade AS terus berlanjut membuat pangkalan dan aset Amerika serta rezim di kawasan tersebut menjadi sasaran yang sah,” ujar Ghalibaf.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa serangan ini masih dalam cakupan kesepakatan damai sebelumnya. Dalam pernyataan resminya kepada The New York Times, mereka menyatakan bahwa gencatan senjata bersyarat dan serangan tersebut merupakan peringatan. “Operasi malam ini adalah sebuah peringatan, dan jika agresi terulang kembali, respons yang diberikan akan lebih luas,” tulis IRGC.

Pihak CNBC masih belum dapat mengonfirmasi secara mandiri peluncuran rudal ini. Namun, The Associated Press melaporkan bahwa Israel mengklaim Iran telah meluncurkan rudal, dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) segera mengaktifkan sistem pertahanan udara. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberikan komentar kepada Fox News bahwa tindakan rudal ini tidak membantu negosiasi. “Tentu saja tidak akan membantu negosiasi,” ujar Trump.

Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya menyatakan kepada MS NOW bahwa Trump telah meremehkan kesiapan Iran untuk kembali memulai konflik bersenjata. “Negosiasi baru-baru ini dengan Iran menunjukkan salah perhitungan dari Trump dan Gedung Putih,” kata pejabat tersebut. Trump mengklaim Netanyahu tidak akan memiliki pilihan selain menerima kesepakatan yang dinegosiasikan oleh AS.

Gencatan senjata AS-Iran yang rapuh telah dimulai sejak awal April. Namun, pertempuran antara Israel dan Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon mempersulit negosiasi perdamaian. Iran menuntut dihentikannya permusuhan di Lebanon dan penyetopan blokade AS terhadap pelabuhan dan kapal-kapalnya.




⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com