ZONAUTARA.com – Otoritas Israel pada Senin menutup semua penyeberangan ke Jalur Gaza dan menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan menyusul serangan rudal dari Iran. Langkah ini dilakukan setelah rudal yang diluncurkan dari Iran terlihat di langit kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026, yang memicu sirene di beberapa wilayah Israel utara.
Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), unit Kementerian Pertahanan Israel, menjelaskan bahwa penutupan penyeberangan, termasuk Kerem Shalom dan Rafah, akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini diklaim tidak akan memengaruhi situasi kemanusiaan di Gaza karena jumlah makanan yang masuk sejak gencatan senjata dimulai telah “jauh melampaui” kebutuhan standar PBB.
Namun, organisasi Palestina dan internasional berulang kali memperingatkan risiko memburuknya kondisi kelaparan di Gaza. Para pejabat Palestina pun menyebut bahwa Israel belum memenuhi komitmen utama perjanjian gencatan senjata, seperti izin masuk makanan, bantuan kemanusiaan, dan bahan rekonstruksi.
Serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya, berdasarkan data Palestina. Gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 antara Israel dan Hamas, masih menyisakan serangan hampir setiap hari yang menewaskan ratusan warga Palestina.
Kondisi ini semakin memperparah situasi di Gaza, memicu kecaman dari berbagai organisasi internasional mengenai pelaksanaan gencatan senjata dan krisis kemanusiaan yang mengancam wilayah tersebut.
Diolah dari laporan Antara.

