ZONAUTARA.com – Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi, melakukan kunjungan ke PLTU Cirebon Expansion yang berkapasitas 1.000 MW dan dioperasikan oleh PT Cirebon Energi Prasarana. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (14 Juni 2026) untuk memastikan pasokan listrik bagi sistem Jawa-Madura-Bali tetap terjaga.
Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk meninjau kesiapan pembangkit dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Kholid menyatakan, “Kami ingin memastikan pasokan listrik tetap terjaga serta mengidentifikasi secara langsung apabila terdapat kendala yang perlu mendapat perhatian,” dalam keterangan resmi pada Minggu (14 Juni 2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi DEN untuk merumuskan kebijakan dan mengawasi implementasi kebijakan energi nasional. PLTU berbahan bakar batu bara saat ini masih memegang peran dominan dengan kontribusi lebih dari 60 persen dalam sistem ketenagalistrikan nasional. Namun, pemerintah mengarahkan kebijakan jangka panjang untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Kholid menyebutkan bahwa porsi EBT dalam bauran pembangkit saat ini sekitar 15,6 persen. Sesuai dengan arah kebijakan nasional, pada tahun 2060, bauran pembangkit ditargetkan dapat didominasi EBT hingga sekitar 70 persen. Kholid juga mengungkapkan bahwa DEN ingin melihat upaya PLTU Cirebon Expansion dalam mendukung agenda dekarbonisasi, termasuk langkah mitigasi emisi.
Dalam konteks transisi energi nasional, Kholid berharap PT Cirebon Energi Prasarana dapat mengambil peran strategis dalam mendukung pengembangan energi yang berbasis hijau, sebagai bagian dari upaya mewujudkan net zero emission pada tahun 2060. “Ini merupakan kontribusi nyata untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil,” tuturnya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

