Perceraian di Jember Meningkat, Faktor Ekonomi Mendominasi

Perceraian di Jember melonjak akibat masalah ekonomi dan KDRT. Pengadilan Agama mencatat 2.211 kasus dari Januari hingga Mei 2026.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Detik – Berita

ZONAUTARA.com – Angka perceraian di Kabupaten Jember mengalami lonjakan signifikan. Pengadilan Agama (PA) setempat mencatat 2.211 perkara perceraian masuk sepanjang Januari hingga akhir Mei 2026. Mayoritas kasus ini didominasi oleh cerai gugat dari pihak istri, yang dipicu oleh masalah ekonomi.

Humas PA Jember, Anwar, menjelaskan bahwa banyak suami bekerja serabutan sehingga kesulitan memberikan nafkah yang layak. “Rata-rata itu 99 persen lah ya. Itu rata-rata ekonomi nafkah. Karena pihak suami itu tidak punya pekerjaan tetap,” katanya saat ditemui di PA Jember.

Selain faktor ekonomi, Anwar menambahkan bahwa pemenuhan kebutuhan kuota internet untuk ponsel juga sering kali menjadi pemicu perseteruan dalam rumah tangga. “Sekarang rata-rata suami istri itu walaupun pendidikannya rendah, HP mesti punya. Nah, HP itu butuh kuota. Lah untuk menghidupi kebutuhan pokok tiap hari saja sudah ngos-ngosan,” ujarnya.

Ketergantungan pada gadget membuka celah hadirnya pihak ketiga dalam rumah tangga. Anwar tidak menampik bahwa banyak gugatan cerai juga dipicu oleh perselingkuhan yang bermula dari komunikasi di dunia maya. Selain itu, aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga tercatat sebagai alasan para istri di Jember memilih untuk berpisah.

Faktor-faktor inilah yang terus menyumbang peningkatan angka perceraian di Jember, dan menuntut perhatian lebih untuk mengatasi akar masalahnya.




Diolah dari laporan Detik.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com