ZONAUTARA.com – Sebanyak 35 siswa SMK Solagratia Tongkaina berhasil menyelesaikan tantangan berenang menggunakan snorkel sejauh lebih dari 5 kilometer dari daratan Sulawesi Utara menuju Pulau Bunaken pada 17 Juni 2026.
Kegiatan tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-16 sejak pertama kali digelar pada 2010 ini tidak hanya menguji kemampuan fisik para peserta, tetapi juga membawa misi untuk mendukung upaya konservasi laut.
Snorkel swim tersebut diinisiasi oleh Yayasan Solagratia bersama pendirinya, Simone Gerritsen. Kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman belajar yang bertujuan membentuk karakter siswa melalui ketangguhan, disiplin, keberanian, dan semangat pantang menyerah.
Untuk dapat mengikuti tantangan tersebut, para siswa menjalani persiapan selama hampir satu tahun. Mereka mengikuti latihan yang terstruktur mulai dari latihan di kolam renang, teknik pernapasan, hingga latihan di laut terbuka di kawasan Mangrove Park Bahowo dan Rap-Rap Tongkaina.
Materi latihan mencakup kemampuan snorkeling, teknik equalizing, dasar freediving, penggunaan peralatan, hingga aspek keselamatan di air.
Penyeberangan dimulai pukul 05.30 Wita. Peserta tercepat berhasil mencapai Dermaga Bunaken dalam waktu sekitar 1 jam 35 menit, sementara seluruh peserta menyelesaikan tantangan tersebut dalam waktu sekitar 2,5 jam.
“Snorkel swim ini membawa pesan sederhana untuk para siswa: jangan pernah menyerah. Jika kamu benar-benar menginginkan sesuatu, kamu harus berjuang untuk mendapatkannya,” ujar Simone Gerritsen.
Bagi Pedro Sulenaung (16), siswa kelas X jurusan Usaha Layanan Pariwisata, pengalaman menyeberangi laut menuju Bunaken menjadi pelajaran berharga tentang ketekunan dan daya juang.
“Saat berenang, ada beberapa momen ketika saya ingin menyerah. Tapi saya ingat pesan Mama untuk terus maju dan terus berenang walaupun sudah lelah. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak menyerah dalam situasi apa pun,” katanya.

Mendukung Program Edukasi Lingkungan
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, snorkel swim kali ini juga menjadi bagian dari aksi penggalangan dana untuk mendukung program edukasi lingkungan milik No-Trash Triangle Initiative (NTTI).
Para siswa mendedikasikan tantangan tersebut untuk membantu pengembangan program School on the Beach (SOTB). Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memperluas program pembelajaran lingkungan yang membawa pendidikan ilmu kelautan langsung kepada siswa di wilayah pesisir.
Program tersebut memberikan pemahaman mengenai ekologi terumbu karang, keanekaragaman hayati laut, pengelolaan sampah, hingga dampak polusi plastik terhadap lingkungan laut.
Sejak Oktober 2025, NTTI mulai menghadirkan program School on the Beach di SMK Solagratia sebagai bagian dari kolaborasi pendidikan lingkungan. Melalui program ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung mengenai ekosistem laut, konservasi laut, serta ancaman pencemaran plastik terhadap kawasan pesisir dan laut.
NTTI sendiri merupakan organisasi yang didirikan pada 2018 dengan fokus melindungi kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) dari pencemaran sampah plastik.
Berbasis di Sulawesi Utara, organisasi tersebut bekerja bersama masyarakat pulau, sekolah, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata untuk mencegah sampah plastik masuk ke laut, memperkuat sistem pengelolaan sampah, serta mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.
Melalui snorkel swim tahun ini, para siswa tidak hanya berhasil menaklukkan tantangan fisik melintasi laut menuju Bunaken, tetapi juga turut menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian laut bagi generasi mendatang.

