ZONAUTARA.com – Penjualan batu akik di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, mengalami penurunan yang signifikan. Sebagian besar kios penjual batu akik dan batu mulia kini terpukul dampak pandemi, yang menyebabkan banyak penjual menutup usahanya karena tidak mampu lagi membayar kebutuhan operasional, seperti listrik dan sewa tempat.
Salah seorang pedagang batu akik, Arif, mengungkapkan bahwa peminat batu akik semakin berkurang. Setelah pandemi Covid-19 melanda, penjual membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menjual produk mereka, bahkan hingga satu bulan lamanya. “Banyak yang tutup karena enggak bisa bayar listrik,” katanya kepada CNBC Indonesia pada Rabu (8/7/2926).
Karena kebutuhan hidup yang mendesak, Arif terpaksa menjual batu akik dengan harga yang jauh lebih murah. Batu akik yang sebelumnya dihargai Rp 5-7 juta kini hanya dijual Rp 500 ribu. “Kalau sudah 1 bulan, 2 bulan buat makan, yang harga 5 juta itu masih ada lagi barangnya kami jual saja,” imbuhnya.
Pengelola kios batu akik lainnya, Jeje, menuturkan kondisi serupa: penjualan turun drastis sejak pandemi dan belum pulih hingga sekarang. Jeje mengatakan bahwa omzet harian adalah prestasi yang baik bagi pedagang di situ saat ini. “Kalau masih bisa bilang omzet per hari, itu sudah bagus sekali menurut saya,” ujarnya.
Sandi Shadewo, pedagang lainnya, berharap ada intervensi dari pemerintah melalui Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan batu akik sebagai warisan budaya kepada wisatawan lokal dan mancanegara. Ia berharap upaya ini dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengrajin lokal di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

