ZONAUTARA.com – Polisi di Manado masih menanti laporan resmi dari keluarga terkait kematian Adrian Rantung, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi, yang diduga akibat perundungan di RSUP Prof. Dr. RD Kandou, Manado.
Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak keluarga belum memberikan laporan resmi kepada polisi. “Untuk saat ini kami masih menunggu laporan polisi, karena dari pihak keluarga dari mulai kejadian sampai saat ini tidak ada membuat laporan secara resmi,” ujarnya.
Elwin menambahkan bahwa pihaknya belum dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut sebelum adanya laporan resmi dari keluarga. “Jadi, kita belum bisa berbuat apa-apa, kemudian jenazah korban sudah dibawa ke Morowali,” kata Elwin.
Kompol Elwin juga menyampaikan bahwa pihak keluarga belum meminta visum atau autopsi terhadap jenazah korban. “Sejauh ini keluarga juga tidak meminta dilakukan visum ataupun autopsi. Jadi kami belum bisa mengambil langkah lebih lanjut,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menghentikan sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis di RSUP Kandou sebagai respons atas kasus ini. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menjelaskan bahwa penghentian kegiatan dilakukan agar investigasi bisa dilaksanakan secara komprehensif.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

