Proyek Transformasi Sampah Bali Jadi Listrik Dimulai

Pembangunan proyek pengolahan sampah jadi listrik di Bali dimulai, mampu olah 500 ribu ton sampah per tahun.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali resmi memasuki tahap pembangunan. Diharapkan fasilitas ini mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau lebih dari 40% dari total timbulan sampah di Bali.

Peresmian pembangunan ini dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA). Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa proyek ini merupakan investasi senilai Rp3 triliun. “Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau lebih dari 40% timbulan sampah Bali terolah,” ujarnya dalam acara peresmian, Rabu (8/7/2026).

Dari sisi lingkungan, proyek ini diproyeksikan dapat mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir hingga 80%, serta menekan emisi karbon sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun. “Inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100 ribu rumah masyarakat Bali. Ini juga diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%,” pandu menambahkan.

Penguatan proyek ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Pandu menyebutkan bahwa sejak peraturan itu terbit, Danantara Indonesia telah bergerak cepat dalam mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi listrik secara terstruktur dan profesional.

Proses pemilihan mitra dilakukan secara ketat, dimulai dengan evaluasi proposal pada 2-30 Januari 2026, negosiasi pada 31 Januari hingga 23 Februari 2026, hingga penandatanganan Joint Venture Agreement pada 2 Maret 2026. Dari enam konsorsium yang mengajukan proposal, dua konsorsium berhasil lolos tahap selanjutnya. Pandu menekankan pentingnya proses penyaringan yang efektif untuk memastikan prinsip kehati-hatian.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com