ZONAUTARA.com – Serangan militer kembali dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, seiring pernyataan Presiden Donald Trump yang tidak lagi ingin melanjutkan gencatan senjata. Ledakan dahsyat terlihat mengguncang beberapa wilayah di Iran, menciptakan kobaran api besar.
Serangan terbaru AS ini dilakukan sebagai respons atas aksi Iran yang menyerang kapal-kapal komersial di atau dekat Selat Hormuz. Pada Rabu malam atau Kamis dini hari, AS membombardir 90 target terutama di sekitar Selat Hormuz.
Trump juga memberikan keterangan pers di KTT NATO di Ankara, Turki, dimana ia menegaskan tidak lagi ingin mencapai kesepakatan dengan Iran. Sebelum serangan pada Rabu malam, AS dilaporkan telah menyerang 80 target di Iran pada hari Selasa.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk melemahkan kekuatan militer Iran. Meski demikian, langkah ini mendapat balasan dari Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang mengklaim telah menyerang “infrastruktur dan fasilitas penting” di pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain.
Ketegangan semakin meningkat di kawasan tersebut, memicu kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya konflik yang lebih luas.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

