ZONAUTARA.com – Sebanyak 38 orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Kamis (30/7/2027). Ribuan orang masih bertahan di tempat pengungsian sejak gempa terjadi.
Pihak berwenang menyatakan bahwa 36 korban sudah dipastikan meninggal dunia, sementara dua kematian lainnya masih dalam tahap penyelidikan terkait kaitannya dengan gempa yang terjadi pada Selasa lalu, seperti yang dilaporkan oleh penyiar publik NHK.
Lebih dari 9.200 warga masih mengungsi di 210 lokasi penampungan, dan lebih dari 3.400 rumah rusak akibat gempa kuat tersebut. Pasokan air bersih terhenti di lebih dari 69.000 rumah tangga dan tempat usaha, sementara fasilitas kesehatan yang terdampak masih berusaha memulihkan layanan.
Pejabat setempat mengungkapkan bahwa sekitar 30 orang mengalami gejala sengatan panas dan telah dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (1/7), saat suhu udara di sejumlah wilayah Kumamoto mencapai lebih dari 37 derajat Celsius. Tingkat kerusakan keseluruhan masih belum sepenuhnya teridentifikasi dan jumlah bangunan rusak diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan berlangsungnya proses inspeksi.
Operasi pencarian dan penyelamatan telah diselesaikan pada Sabtu di pusat perbelanjaan Aeon, tempat tujuh pekerja meninggal dan lima lainnya terluka akibat ledakan usai gempa. Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena lokasinya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, dengan sekitar 20 persen gempa berkekuatan magnitudo 6,0 atau lebih besar terjadi di wilayah ini.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

