Kritik kebijakan Vaksinasi, Jerinx tetap ikut divaksin

Jerinx juga meminta maaf apabila ada pihak yang tersinggung dengan pernyataan 'endorse covid-19' yang kerap ia lontarkan melalui unggahan di akun instagram sebelumnya @Jrxsid.

Kontributor
Penulis: Kontributor
Jerinx dan istrinya (Foto Instagram ncdpapl)

ZONAUTARA.COM – Melalui akun Instagram pribadinya yang terbaru, I Gede Ari Astina atau yang akrab disapa Jerinx menyampaikan kabar dirinya akan menerima suntik vaksinasi dosis pertama.

Dirinya mengabarkan telah melakukan konsultasi dengan ahli virolog mengenai dosis vaksin yang paling tepat untuk dirinya.

Berdasarkan konsultasi tersebut, ditemukan hasil bahwa vaksin dosis Sinovac lah yang paling tepat sesuai dengan komorbid atau penyakit penyerta yang dimilikinya.

Pasalnya, Jerinx menderita riwayat penyakit hepatitis dan juga jantung. Penyakit tersebut sekaligus menjadi alasan absen dirinya dari panggilan Polda Metro Jaya pada 9 Agustus lalu.

“Balik ke vaksin, setelah baca-baca ilmu dan diskusi dengan virolog dokter Indro, saya putuskan besok akan mengambil vaksin Sinovac,” imbuh Jerinx, dikutip Minggu (15/8).




Jerinx lantas menyentil kebijakan syarat vaksinasi Covid-19 yang digunakan sebagai syarat perizinan di berbagai sektor, ia menilai kebijakan itu diskriminatif. Namun demikian, ia tetap mengajak masyarakat untuk mendukung program vaksinasi nasional agar pandemi Covid-19 lekas terkendali.

Jerinx juga mewanti-wanti kepada masyarakat yang memiliki komorbid untuk terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter, sehingga mendapatkan merek vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi warga tertentu.

“Sikap diskriminatif terhadap orang yang sudah atau belum divaksin adalah sebuah kemunduran. Ketimbang diskriminasi, lebih baik edukasi,” terang dia.

Lebih lanjut, Jerinx juga menyampaikan bahwa selama ini ia mempercayai eksistensi Covid-19. Hanya saja pernyataannya selama ini sebagai penyeimbang dari sudut pandang berbeda di tengah pandemi Covid-19.

Jerinx lantas meminta maaf apabila ada pihak yang tersinggung dengan pernyataan ‘endorse covid-19’ yang kerap ia lontarkan melalui unggahan di akun instagram sebelumnya @Jrxsid.

Ia mengaku sudah ‘mundur’ dari komentar dan polemik Covid-19 per 4 Juli 2021.

“Saya tidak pernah mengecilkan nilai nyawa siapapun, saya turut berduka atas semua korban Covid-19,” ujar Jerinx.

Jerinx diketahui sebelumnya tidak dapat diperiksa Polisi di Jakarta lantaran dirinya belum divaksin, sementara sertifikat vaksin minimal dosis pertama menjadi syarat bepergian jarak jauh via pesawat.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mesti terbang ke Bali untuk melakukan pemeriksaan terhadap Jerinx dalam menangani kasus ini.

Langkah itu mesti dilakukan lantaran Jerinx tak hadir dalam panggilan pemeriksaan di Polda Metro yang dijadwalkan pada Senin (26/7) lalu. Namun begitu, Jerinx akhirnya memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Jumat (13/8) melalui jalur darat.

Mulanya, Adam Deni melaporkan Jerinx dengan tuduhan dugaan pengancaman. Adam mengaku dirinya mendapat ancaman dari Jerinx.

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com