Jumlah penumpang berbeda dengan manifes, nahkoda KM Barcelona V.A jadi tersangka

Manifes 280 penumpang, yang terdata 580 orang.

Penulis: Indra Umbola
Editor: Redaktur
Peti jenazah salah satu korban kebakaran KM Barcelona V.A dipulangkan ke Talaud. (Foto: Zonautara.com/Yegar Sahaduta)

ZONAUTARA.com — Sebuah kejanggalan muncul di balik musibah kebakaran yang dialami KM Barcelona V.A di perairan Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu (20/07/2025).

Musibah yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia tersebut terjadi di depan Pulau Talise.

Terlepas dari musibah yang terjadi, ada kejanggalan yang terkuak, yakni manifes atau daftar rincian muatan kapal termasuk penumpang dan crew.

Humas PT SPI, Ridwan Faluba menyebut bahwa jumlah penumpang sesuai manifes sebanyak 280 orang.

“Manifes kami 280 orang,” ucap Ridwan saat ditemui Zonautara.com di kantornya, Senin (21/07/2025).




Ia tidak menampik ketika ada perbedaan jumlah penumpang yang dievakuasi dan jumlah penumpang yang tercatat dalam manifes.

“Makanya ini kami sedang mencocokkan data. Kami juga tidak bisa menyanggah begitu saja karena terinformasi ada yang beli tiket di kapal tanpa manifes,” ujarnya.

Menurutnya, jika jumlah penumpang lebih dari 500 orang maka itu sudah melebihi kapasitas KM Barcelona V.A.

“Kalau lima ratusan (orang penumpang), ini kan sudah melebihi kapasitas,” bebernya.

Di sisi lain, Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng saat dihubungi mengungkapkan, saat ini jumlah penumpang yang diketahui sebanyak 580 orang.

“Yang selamat sebanyak 575 orang, meninggal tiga orang dan dua orang masih dicari,” ungkapnya.

Dari keterangan tersebut, terlihat angka penumpang yang berhasil dievakuasi jauh melebihi manifes yang ada.

Nakhoda dan 13 ABK KM Barcelona V.A telah diperiksa penyidik Direktorat Polairud Polda Sulut sejak Senin pagi dan nakhoda telah ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan.

“Benar sudah ada penetapan tersangka. Inisial IB, kapten kapal,” ujar Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, Senin malam.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan, Dudhy Purwagandhi yang meninjau langsung kondisi KM Barcelona V.A, menginstruksikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi penyebab kebakaran.

“Bagi kami di Kementerian Perhubungan, keselamatan pelayaran adalah prioritas utama. Karena itu, saya sudah menginstruksikan KNKT untuk melakukan investigasi guna mencari tahu penyebab kebakaran KM Barcelona VA,” ucapnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan.

Dudhy juga menegaskan apabila ternyata ditemukan ada unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam kebakaran kapal tersebut, ia menyerahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum.

Ke depan, ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk operator pelayaran dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan budaya keselamatan di sektor transportasi laut.

TAGGED:
Follow:
Mengawali karir junalistik di tahun 2019, mulai dari media cetak hingga beberapa media elektronik sebelum akhirnya bergabung dengan Zonautara.com di tahun 2024.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com