Istri korban peluk pembunuh suaminya di ruang sidang, pelaku menangis

Hakim dan keluarga korban terkejut.

Editor: Redaktur
Seorang wanita di Georgia, Amerika Serikat (AS), Regina Johnson memeluk pria, Joseph Tillman, yang membunuh suaminya dalam kasus tabrak lari setelah hakim membacakan vonis sidang. Pelukan hangat tersebut terjadi pada Kamis (7/8/2025) di ruang sidang Cherokee County.(YOUTUBE/WSB-TV)

ZONAUTARA.com — Sebuah momen haru dan tak lazim terjadi di ruang sidang Pengadilan Tinggi Cherokee County, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (7/8/2025). Regina Johnson, seorang wanita yang kehilangan suaminya akibat tabrak lari, memeluk terdakwa Joseph Tillman, pria yang menewaskan suaminya.

Dalam rekaman stasiun televisi WSB-TV, Regina terlihat melingkarkan tangan ke leher Tillman. Keduanya berpelukan selama beberapa detik. Tillman tampak berlinang air mata saat melepas pelukan itu.

Tillman diketahui menewaskan Chuck Johnson, suami Regina, dalam insiden tabrak lari pada 2024. Saat kejadian, ia berada di bawah pengaruh nitrogen oksida ketika menabrak Chuck yang sedang mengendarai sepeda listrik.

Di sela pelukan, Regina membisikkan kata maaf kepada Tillman. Pelaku pun membalas dengan penuh penyesalan.

“Saya sangat menyesal. Saya sangat menyesal,” ujar Tillman sambil terisak.




Dalam pernyataannya di persidangan, Tillman juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Saya berdoa agar Anda mendengar isi hati saya ketika saya mengatakan bahwa saya benar-benar, sepenuhnya menyesal,” katanya dengan suara bergetar.

Regina kemudian menjelaskan tindakannya memeluk Tillman.

“Tuhan berkata kepada saya bahwa dia butuh pelukan seorang ibu,” ucapnya.
“Joey (nama panggilan Tillman) belum tahu betapa Tuhan mengasihinya. Joey butuh penyembuhan dari masa lalunya, seperti kita semua. Dan itulah hati dan doa kami,” lanjut Regina.

Hakim dan keluarga korban terkejut

Hakim Pengadilan Tinggi Cherokee County, Tony Baker, mengaku terkejut dengan momen tersebut.

“Saya rasa saya belum pernah melihat istri korban memeluk terdakwa saat mereka membunuh seseorang,” ungkapnya.

Asisten Jaksa Wilayah Cherokee County, Pete Lamb, menyampaikan bahwa Tillman mengaku bersalah atas tiga dakwaan. Hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara, dengan tiga tahun pertama dijalani di balik jeruji. Sisa hukuman bisa ditangguhkan apabila Tillman mengikuti program rehabilitasi selama dua tahun.

Putri korban, Brittany McCarthy, juga hadir di ruang sidang. Dengan suara bergetar, ia menegaskan luka yang ditinggalkan Tillman tidak akan pernah hilang.

“Saya akan selalu menjadi putri dari pria yang kau bunuh,” kata Brittany.
“Saya akan menjadi putri yang hatinya kau hancurkan, kehidupan yang kau ubah selamanya karena pilihanmu untuk menggunakan narkoba saat mengemudi. Kau menjadi senjata mematikan, dan ayahku membayar harganya dengan nyawanya.”

Pengacara Tillman, Paul Ghanouni, mengatakan kliennya kini telah berusaha mengubah gaya hidupnya. “Ia berada di jalur yang benar untuk menjalani hidup secara positif,” ujarnya.

Momen pelukan Regina dan Tillman pun menjadi sorotan publik, menghadirkan gambaran langka bagaimana rasa sakit, pengampunan, dan harapan bisa bertemu di ruang sidang.

TAGGED:
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com