Kasus penyakit menular di Kotamobagu Selatan jadi perhatian!

Editor: David Sumilat
Ilustrasi salah satu petugas saat melakukan pengasapan (fogging) sebagai upaya membunuh nyamuk dewasa. (foto: marshal/zonautara.com)

ZONAUTARA.com – Puskesmas Motoboi Kecil menaruh perhatian serius atas sejumlah penyakit menular di wilayah cakupannya, khususnya di Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu.

Berdasarkan data hingga Agustus 2025, kasus demam berdarah dengue (DBD) dan tuberkulosis (TBC) tercatat paling banyak ditemukan sepanjang tahun ini.

Kepala Puskesmas Motoboi Kecil, Ria Prasari Mokoagow, menjelaskan bahwa sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat 24 kasus DBD dan 34 kasus TBC yang tercatat di Puskesmas Motoboi Kecil.

Menurutnya, kedua penyakit tersebut masih menjadi fokus utama pelayanan kesehatan karena potensi penyebarannya yang cukup tinggi di lingkungan padat penduduk.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama memberantas sarang nyamuk dan memastikan ventilasi rumah cukup baik. Untuk TBC, pengobatan harus dijalani sampai tuntas,” jelas Ria.




Sementara itu, 14 warga sempat menjalani pemeriksaan rabies, namun seluruhnya dinyatakan negatif. Untuk penyakit menular seksual, terdapat dua kasus HIV, sedangkan tidak ditemukan kasus AIDS di wilayah tersebut.

Ria menambahkan, kasus stunting masih tercatat sebanyak 22 anak, dan jumlah itu belum mengalami peningkatan sejak tahun 2024.

“Kami terus berupaya menjaga agar angka stunting tidak bertambah, sambil memperkuat edukasi kepada keluarga tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang sehat,” ujarnya.

Salah satu warga Kelurahan Motoboi Kecil, Rizky Dama (32), menyoroti masih adanya kasus DBD di wilayahnya.

“Setiap musim hujan memang rawan. Kadang genangan air di sekitar rumah jadi tempat nyamuk berkembang biak. Kami berharap ada fogging rutin dan penyuluhan agar warga lebih sadar menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Lina Mokodompit (45), warga Motoboi Besar, menilai kasus TBC perlu mendapat perhatian khusus.

“TBC ini seringkali tidak disadari. Banyak warga malu untuk berobat karena takut dikucilkan. Petugas puskesmas harus terus turun langsung memberi penjelasan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan kalau rutin berobat,” tuturnya.

***

Penikmat kopi pinggiran, hobi membaca novel. Pecandu lagu-lagu Jason Ranti, pengikut setia Sapardi Djoko Damono, pecinta anime, terutama dari Gibli. Mampu menghabiskan 1000 lebih episode one piece dalam 8 bulan.
1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com