Alfa dan Aprilia, atlet panjat tebing Sitaro peraih medali emas dan perak pertama di Porprov Sulut

Editor: Marsal Datundugon
Atlit panjat tebing Christiani Alfa Mumu (kiri) bersama Aprilia Dalughu (kanan) saat menerima hasil sebagai pemenang kejuaraan Speed World Record perseorangan putri. (Foto : Zonautara.com / Jufri Kasumbala)



ZONAUTARA.com – Christiani Alfa Mumu mencatat waktu terbaik 12 detik dan sukses menyabet medali emas, sementara Aprilia Dalughu dengan catatan waktu 13 detik berhak atas medali perak pada cabang olahraga panjat tebing di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara yang digelar di Kota Manado.

Raihan ini menjadi medali emas dan perak pertama bagi kontingen Sitaro.

Christiani Alfa Mumu yang baru berusia 15 tahun saat ini masih duduk di bangku SMP Negeri 1 Siau Timur.

Alfa tinggal di Kelurahan Tarorane, Pulau Siau, dan telah menjadi atlet binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sitaro sejak masih sekolah dasar.

Ia telah mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk kejuaraan nasional sebagai utusan FPTI Sulawesi Utara.




“Sulit menjalani ini, sering sakit juga, tetapi saya mencintai olahraga ini. Orang tua sangat mendukung dan saya punya pelatih yang baik. Awalnya hanya coba-coba dan akhirnya ketagihan,” ujar Alfa.

Sementara itu, Aprilia Narisa Sheren Dalughu, gadis berusia 19 tahun asal Desa Biau, merupakan lulusan SMK Negeri 1 Siau Timur.

Sejak empat tahun terakhir, April sapaan akrabnya menjadi atlet binaan FPTI Sitaro dan terus mengembangkan bakatnya hingga meraih sejumlah prestasi.

“Olahraga ini butuh fokus dan kekuatan, keduanya harus berjalan seirama. Kalau salah sedikit saja akan berpengaruh pada hasil akhir. Bersama orang-orang hebat: para pengurus, pelatih, dan tentu orang tua, menjadi vitamin di setiap pertandingan,” ungkap April.

Keduanya sejak awal menaruh tekad kuat untuk memenangkan sebanyak mungkin medali pada Porprov Sulut XII.

Selain Alfa dan April, FPTI Sitaro juga menurunkan sejumlah atlet muda berbakat, di antaranya: Syalomita Pesik (15), Christiana Omega Mumu (15), Leon Pesik (16), Melani Maria Karundeng (16), Ardan Harun (18), Jizrel Kaampong (13), Danielo Ense (14), Jelou Ariel Laimba (14), dan Rafael Dalughu (19). Seluruh atlet panjat tebing Sitaro berusia di bawah 19 tahun.

“Mereka adalah aset daerah yang harus dijaga, termasuk atlet lainnya yang belum diutus saat ini. Saya percaya mereka akan menjadi hebat,” kata Pelatih Panjat Tebing Sitaro, Taufik Baculu.

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com