Budaya kerja inklusif bawa PLN raih sertifikasi Great Place to Work 2025

Editor: Redaktur
PLN resmi sertifikasi bergengsi Great Place to Work (GPTW) Indonesia 2025 sebagai pengakuan global atas keberhasilan perusahaan menciptakan lingkungan kerja terbaik, capaian ini diraih berkat keberhasilan PLN dalam menjalankan transformasi organisasi.

ZONAUTARA.com – Komitmen PT PLN (Persero) dalam membangun budaya kerja inklusif kembali membuahkan hasil dengan diraihnya sertifikasi Great Place to Work (GPTW) Indonesia 2025.

Sebanyak 92 persen pegawai menilai PLN sebagai tempat terbaik untuk bekerja, menunjukkan keberhasilan transformasi budaya yang selama ini dijalankan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pendekatan berbasis manusia adalah kunci perubahan.

“Di PLN, semua orang memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dan berprestasi, tanpa melihat latar belakang atau gender,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa budaya saling menghargai dan kesetaraan kini menjadi bagian dari DNA PLN.




Darmawan juga menilai bahwa lingkungan kerja yang suportif menghasilkan produktivitas dan inovasi. “Dengan lingkungan kerja yang saling mendukung, kita tidak hanya menciptakan produktivitas tinggi, tetapi juga kebahagiaan dan makna dalam bekerja,” tambahnya.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, memaparkan bahwa budaya kerja inklusif diwujudkan melalui tiga pilar besar yakni GRC Culture, Collaboration and Performance Culture, serta Customer Centric Culture.

Ia juga menegaskan bahwa tujuh program prioritas budaya memperkuat transformasi tersebut.

“Transformasi organisasi yang kami lakukan ini menciptakan lingkungan kerja yang produktif, kolaboratif, dan membahagiakan,” kata Didi.

Ia menyebut bahwa Employee Engagement Index PLN saat ini mencapai skor 89, jauh lebih tinggi dari rata-rata perusahaan benchmark.

Catatan Redaksi: Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Zonautara.com dan PLN UID Suluttenggo.
Suka berkelana ke tempat baru, terutama di alam bebas. Mencintai sastra fiksi dan tradisi. Berminat pada isu-isu ekofeminisme, gender, hak perempuan dan anak. Beberapa kali menerima fellowship liputan mendalam. Tercatat sebagai anggota AJI.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com