ZONAUTARA.com – Gerakan kemanusiaan yang digagas para pegawai PLN kembali memberikan dampak nyata bagi masyarakat terpencil.
Sebanyak 19 keluarga di Desa Lipang, Kepulauan Sangihe, kini resmi tersambung listrik melalui program Light Up The Dream dari PLN UP3 Tahuna. Penyalaan perdana dilakukan Kamis (26/6) dan disambut haru oleh warga.
Penyambungan listrik ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo. Kehadiran listrik menjadi langkah penting bagi keluarga yang selama ini tidak mampu menanggung biaya instalasi.
Light Up The Dream berbeda dari program bantuan pada umumnya. Seluruh pendanaannya berasal dari donasi sukarela pegawai PLN yang dikumpulkan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dana tersebut menutup seluruh biaya sambungan, termasuk instalasi dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi.
“Program ini bukan sekadar penyambungan listrik, tetapi penyambung harapan dan jalan menuju kehidupan yang lebih layak,” kata Dimas Adhi Prabowo. Ia menekankan bahwa kontribusi para pegawai PLN merupakan bentuk nyata solidaritas sosial.
Bupati Michael Thungari turut mengapresiasi langkah PLN. “Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga pembuka jalan menuju kemajuan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” ujarnya.
Dalam pernyataan terpisah, General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo, Usman Bangun, menegaskan komitmen pemerataan akses energi. “Listrik adalah hak dasar setiap warga negara. Melalui Light Up The Dream, kami ingin seluruh keluarga merasakan manfaat listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Nur Mandak, menyampaikan rasa syukurnya. “Terima kasih PLN. Dulu kami hanya pakai lampu minyak. Sekarang anak-anak bisa belajar di malam hari dengan nyaman,” ujarnya.
PLN menyampaikan bahwa program ini akan terus diperluas, menyasar wilayah-wilayah terpencil lain demi menghadirkan terang bagi masyarakat prasejahtera.



