Pemkab Sitaro edukasi keluarga soal penyebab langsung dan tidak langsung stunting

Penyebab stunting tidak hanya berasal dari faktor langsung. Ada juga faktor tidak langsung yang memengaruhi asupan gizi dan kesehatan ibu serta anak.

Editor: Redaktur
Ilustrasi digenerate dengan AI.

ZONAUTARA.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menegaskan kembali komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui penguatan pemahaman masyarakat tentang berbagai penyebabnya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sitaro, Evita Janis, yang menekankan pentingnya gizi tepat selama 1000 Hari Pertama Kehidupan anak.

Bupati Chyntia Ingrid Kalangit menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan sejak anak berada dalam kandungan hingga usia balita. Menurutnya, periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa paling krusial yang sering disebut sebagai Periode Emas.

“Kita harus memahami bahwa penyebab langsung stunting adalah kurangnya asupan gizi dan penyakit infeksi pada ibu maupun anak. Pada Periode Emas sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun anak membutuhkan nutrisi yang cukup dan pola asuh yang baik,” ujar Bupati Kalangit.

Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan gizi tidak dimulai setelah anak lahir, tetapi sejak sebelum kehamilan. Calon ibu wajib memastikan tubuhnya sehat dan mendapat nutrisi seimbang agar janin berkembang optimal.




Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB, Evita Janis, menambahkan bahwa penyebab stunting tidak hanya berasal dari faktor langsung. Ada juga faktor tidak langsung yang memengaruhi asupan gizi dan kesehatan ibu serta anak.

“Ketahanan pangan, cara pemberian makan bayi dan anak, kebersihan lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan faktor tidak langsung yang sangat menentukan status gizi,” jelas Evita Janis.

Ia menyebutkan bahwa berbagai aspek lain seperti akses air bersih, kondisi permukiman, hingga dukungan di tempat kerja bagi ibu menyusui juga berperan penting. Faktor-faktor makro seperti pendapatan keluarga, kesenjangan ekonomi, sistem pangan, jaminan sosial, urbanisasi, hingga pembangunan pertanian turut memengaruhi kondisi tersebut.

“Karena itu kita harus melihat stunting sebagai masalah yang kompleks. Tidak hanya soal makanan, tapi menyangkut ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sitaro melalui Dinas P3AP2KB terus melakukan edukasi keluarga agar memahami pola asuh, pola makan, dan pentingnya layanan kesehatan sejak masa kehamilan. Harapannya, seluruh keluarga di Sitaro semakin sadar akan pentingnya pencegahan stunting, sehingga generasi masa depan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.

Dengan komitmen pemerintah daerah serta dukungan masyarakat, Kabupaten Sitaro menargetkan penurunan signifikan angka stunting melalui intervensi gizi, perbaikan lingkungan, dan penguatan ketahanan keluarga.

stunting

stunting

stunting

(Advertorial)

Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com