ZONAUTARA.com – Setahun lebih pasca erupsi Gunung Ruang pada 16 April 2024, kehidupan baru mulai tertata bagi warga eks Kampung Pumpente dan Laingpatehi. Letusan yang menyemburkan abu vulkanik hingga 2.500 meter ke udara itu menjadi titik balik perjalanan panjang masyarakat yang harus meninggalkan tanah kelahiran mereka demi keselamatan.
Erupsi yang terjadi setelah 75 tahun sejak letusan terakhir tahun 1949 bukan hanya memaksa warga berpindah tempat tinggal, tetapi juga mengguncang sendi ekonomi dan kondisi psikologis masyarakat. Rumah, kebun, perahu, hingga kenangan masa kecil tertinggal di kampung halaman.
Kini, harapan itu tumbuh kembali di wilayah Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Sebanyak 287 unit Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun pemerintah melalui Kementerian PUPR telah berdiri lengkap dengan fasilitas pendukung seperti tempat ibadah, sekolah, balai warga, lapangan, hingga tambatan perahu.
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyintia Kalangi, menyampaikan bahwa relokasi ini adalah bagian dari proses panjang menuju kehidupan yang lebih aman dan tertata.
“Perpindahan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kehidupan yang lebih baik. Memang tidak mudah, tetapi kita percaya Tuhan menuntun setiap langkah,” ujarnya.
Saat ini, masyarakat terdampak telah resmi berdomisili di Bolsel dan memiliki KTP Bolsel. Pemerintah Kabupaten Sitaro juga menitipkan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Bolsel agar masyarakat yang direlokasi dapat memperoleh dukungan, termasuk dalam layanan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

“Di tengah suasana haru dan adaptasi lingkungan baru, tambatan perahu yang baru. Rasa kehilangan memang belum sepenuhnya hilang, tetapi perlahan berubah menjadi tekad untuk bangkit,” ungkap Chyntia, saat memeberi sambutan pada Peresmian dan Serah Terima Kawasan Hunian Tetap Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunung Ruang di Modisi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Jumat 13 Februari 2026.
Dari tanah yang pernah diguncang letusan, kini tumbuh harapan baru harapan akan kehidupan yang lebih aman, lebih tertata, dan lebih sejahtera bagi generasi mendatang.
“Perpindahan ini bukanlah akhir dari perjalanan masyarakat, melainkan awal dari kehidupan yang lebih aman tertata dan sejahtera,” tutupnya.


