Di Desa Modisi Oma Katlein menata harapan di tengah trauma

Editor: Neno Karlina Paputungan
Katlein Laleno, (Foto: Zonautara.com/ TrI Deyna).

ZONAUTARA.com – Tiga hari sudah Katlein Laleno (77), salah satu penghuni hunian tetap di Desa Modisi, berada jauh dari kampung halamannya. Namun, senyum yang ia tunjukkan di permukaan wajah tak mampu menutupi gejolak yang ada di dalam dirinya.

Perjalanan laut yang semula tampak sederhana, kini meninggalkan bekas trauma yang sulit dihapus.

“Dua hari di kapal… rasanya panjang sekali,” kata Katlein Laleno, suaranya bergetar pelan, Jumat, (13/2/2026).

“Setiap ombak besar membuat saya teringat pada letusan itu saya merasa tidak aman, seperti perasaan kehilangan yang kembali muncul.”

Perempuan asal Taruna ini meninggalkan kampung halaman untuk memulai kehidupan baru. Namun, perjalanan itu bukan hanya tentang menempuh jarak fisik, melainkan juga menempuh gelombang emosional yang memunculkan rasa takut dan cemas.




Suara kapal yang berguncang, angin yang menderu di malam hari, dan laut yang tampak tak berujung memunculkan kembali trauma yang ia pendam sejak lama.

“Kadang saya merasa terjebak antara rindu dan takut,” ujarnya. “Ingat anak dan cucu saya… rasanya seperti mereka berada jauh, dan saya tak bisa melindungi mereka. Cucu saya sedang bertugas di Dumagin, dan saya merasa tidak ada yang bisa menjaga mereka selain doa saya,” ungkapnya lirih.

Ia menuturkan, meski di kapal setiap makanan dan perhatian yang diberikan pemerintah terasa hangat, hal itu belum mampu menenangkan kegelisahan hatinya.

Malam-malam yang panjang, suara ombak yang keras, dan goyangan kapal yang tak menentu membuat kenangan lama dan rasa takut muncul kembali, seolah gelombang laut membawa semua ketakutan dari masa lalu.

Ia menuturkan, setibanya di tanah baru, dirinya mulai belajar menyesuaikan diri. Aktivitas sederhana seperti menata rumah dan berbicara dengan tetangga menjadi upaya untuk menenangkan hati. Namun, trauma itu tidak mudah hilang.

“Kadang oma terdiam, menatap laut yang jauh, membayangkan gelombang besar yang dulu,” tuturnya.

“Meski jauh, hati saya selalu di kampung halaman,” katanya sambil menahan air mata. “Tapi saya harus kuat… harus menata harapan meski trauma itu selalu muncul.”

Kisah Katlein Laleno bukan hanya tentang rindu, tetapi juga tentang bagaimana manusia menghadapi trauma dan ketakutan di tengah perubahan hidup.

Penikmat kopi pinggiran, hobi membaca novel. Pecandu lagu-lagu Jason Ranti, pengikut setia Sapardi Djoko Damono, pecinta anime, terutama dari Gibli. Mampu menghabiskan 1000 lebih episode one piece dalam 8 bulan.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com