Menggugat nasib petani di balik wangi Pala Siau terbaik dunia

Menggugat nasib petani di balik wangi Pala Siau terbaik dunia

ZONAUTARA.com– Di pasar komoditas Eropa, Pala Siau dipuja sebagai “the king of spices”. Rempah dengan kualitas aromatik terbaik di muka bumi ini menguasai 60 persen pangsa pasar global. Tumbuh subur di bawah berkah tanah vulkanis Gunung Karangetang, biji-biji ini menjadi rebutan industri farmasi dan kosmetik dunia karena kandungan myristicin-nya yang tembus 13,19 persen. Namun, kemewahan angka statistik ini runtuh seketika saat kita menjejakkan kaki di kebun-kebun rakyat di Pulau Siau.

Ridelson Damar (64), seorang petani di Desa Mini, harus bertaruh nyawa memanjat pohon setinggi sepuluh meter hanya dengan sebatang bambu. Setelah seharian bergelut dengan maut, hasil panen grade A miliknya hanya dihargai Rp 68.000 per kilogram. Sebuah angka yang jauh dari kata sejahtera jika dibandingkan dengan risiko kerja dan biaya operasional yang mencekik.

“Ini kami seperti dipermainkan. Masa katanya pala ini terbaik di dunia, tapi harganya tidak terbaik?” ucap Ridelson dengan nada getir.

Paradoks ini bukan sekadar cerita sedih, melainkan kegagalan sistemik. Bupati Sitaro, Cynthia Ingrid Kalangit, bahkan mengakui secara terbuka bahwa kemiskinan petani berakar pada kegagalan tata niaga. Petani ditempatkan sebagai price-taker atau penerima harga murni tanpa posisi tawar, sementara keuntungan terbesar dinikmati oleh pihak lain di luar pulau.

Tim Zonautara.com, menelusuri perkara ini dari petani di kebun hingga gudang eksportir untuk menjawab satu pertanyaan besar: Mengapa dominasi global gagal diterjemahkan menjadi kesejahteraan lokal? Temuan kami menyingkap sebuah struktur pasar oligopsoni yang mencengkeram ribuan petani dalam kemiskinan struktural.




Kisah Ridelson hanyalah puncak gunung es. Di balik rimbunnya hutan pala, tersimpan praktik “apoteke” yang menjerat, kebocoran pendapatan daerah yang nol rupiah, hingga ancaman nyata hilangnya reputasi akibat praktik oplosan.

Ini adalah laporan mendalam tentang ketidakadilan ekonomi yang tertunda di salah satu beranda terdepan Nusantara. Kami mengajak Anda menyelami realitas pahit di balik harumnya rempah kebanggaan Indonesia.

Baca laporan mendalam kami berjudul  Pala Siau Terbaik Dunia, Tapi Belum Mampu Sejahterakan Petani di teras/id/zonautara-com sebagai konten VIP.

Untuk membaca laporan lengkap PARADOKS PAL A SIAU, Anda harus mendaftar dan berlangganan. Ini bukan sekadar cerita tentang pala, melainkan tentang keadila yang harus diterima petani dan kealpaan pemerintah daerh.

pala siar

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com