ZONAUTARA.com – Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya meningkatkan produksi pangan strategis, termasuk kedelai, sebagai bagian dari upaya perluasan swasembada. Hal ini ditegaskan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antarlembaga Kemenko Pangan, Bara Krishna Hasibuan.
Selain beras, kedelai masih menjadi salah satu komoditas yang pasokannya bergantung pada impor. Pemerintah bertekad untuk memperbaiki hal ini dengan memperkuat rantai pasok pangan, termasuk ketersediaan pupuk dan bahan baku pangan lainnya seperti sulfur, yang pasokannya sempat terganggu akibat konflik internasional.
“Kami optimistis dalam mendorong perluasan swasembada pangan nasional,” kata Bara Krishna Hasibuan. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi untuk mempertahankan produksi pangan, terutama dalam keadaan perubahan cuaca dan iklim yang tidak menentu.
Urgensi ini mengemuka mengingat pentingnya menjaga stabilitas pangan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk iklim ekstrem dan gangguan rantai pasok global. Pemerintah menekankan pentingnya antisipasi dan langkah-langkah strategis dalam menjamin ketahanan pangan nasional.
Cuaca dan perubahan iklim kerap mempengaruhi produksi pangan lokal, sehingga langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan di masa depan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

