ZONAUTARA.com – Pemerintah Thailand menggandeng konglomerat besar dan kelompok usaha miliarder guna menahan kenaikan biaya hidup yang meningkat akibat inflasi. Program ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah melonjaknya harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.
Langkah ini melibatkan peritel besar di bawah kendali taipan seperti Charoen Sirivadhanabhakdi, serta keluarga Chearavanont dan Chirathivat. Mereka berkomitmen menawarkan produk kebutuhan sehari-hari dengan diskon 25% hingga 50% dalam kampanye “Thais Helping Thais”, seperti dilaporkan Straits Times.
Perusahaan seperti CP All, CP Axtra, dan Central Retail Corp turut serta dalam menjaga stabilitas harga. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, yang kemenangannya dalam pemilu baru-baru ini didorong oleh janji mengurangi biaya hidup, menyebutkan bahwa kerja sama ini memungkinkan konsumen menghemat uang.
“Ini adalah langkah penting dalam kerja sama antara sektor publik dan swasta. Konsumen pasti dapat menghemat uang,” ujar Anutin di Bangkok. Meski kontrol harga tetap berlaku, kenaikan biaya energi dan produksi telah meningkatkan harga barang pokok seperti daging babi dan telur.
Kebijakan ini menyoroti kemitraan erat antara pemerintah dan konglomerat di Thailand, yang berfungsi sebagai mitra kebijakan dalam masa-masa krisis. Namun, hal ini juga memperkuat struktur oligopolistik yang membatasi persaingan dan memusatkan kekayaan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

