ZONAUTARA.com – Pemerintah pusat menunjukkan komitmennya dalam memperkuat wilayah perbatasan dengan menghadirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Kunjungan kerja Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait ke Pulau Siau menjadi momentum penting, dengan penyerahan bantuan sebanyak 1.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan perumahan, tetapi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat daerah perbatasan. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan hingga ke wilayah tapal batas.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah perbatasan mendapatkan perhatian yang sama, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti hunian layak,” ujar Tito.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa Sitaro menjadi salah satu daerah dengan alokasi BSPS terbesar tahun ini. Ia menyebutkan ada tiga alasan utama yang mendasari keputusan tersebut.
Pertama, posisi Sitaro sebagai daerah perbatasan yang strategis. Kedua, angka kemiskinan yang masih relatif tinggi. Dan ketiga, kondisi geografis yang rawan bencana.
“Ketiga faktor ini menjadi pertimbangan utama pemerintah pusat sehingga Sitaro mendapatkan prioritas. Apalagi sebelumnya daerah ini tidak mendapatkan alokasi bantuan, dan tahun ini langsung 1.000 unit,” jelas Maruarar.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakatnya.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, yang dinilai berperan besar dalam mengawal usulan hingga akhirnya kedua menteri dapat berkunjung langsung ke Sitaro.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat dan juga kepada Bapak Gubernur yang telah membantu memperjuangkan proposal kami, sehingga bantuan ini bisa terwujud dan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Kalangit.
Program BSPS ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sitaro, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan serta memperkuat ketahanan wilayah perbatasan dari berbagai aspek.


