ZONAUTARA.com – Ketika seorang anak tiba-tiba berteriak “I hate you” kepada orang tua, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan menghadapi situasi tersebut dengan bijaksana. Insiden seperti ini dapat dialami oleh siapa saja dan memerlukan pendekatan yang lembut agar hubungan antara orang tua dan anak tetap harmonis.
Dr. Laura Markham, seorang psikolog anak, menyarankan agar orang tua pertama-tama menenangkan diri sebelum merespons. “Ketika kita merasa diserang, naluri pertama kita mungkin adalah membalas atau membela diri, tapi itu jarang yang dibutuhkan anak-anak,” ujarnya.
Anak-anak seringkali mengungkapkan perasaan marah atau frustasi mereka dengan kata-kata yang kuat karena keterbatasan dalam mengekspresikan perasaan. Oleh karena itu, memahami bahwa ungkapan “I hate you” mungkin bukan indikasi dari perasaan yang mendalam adalah kunci untuk mengatasi situasi ini.
Menurut Dr. Markham, yang harus dilakukan orang tua adalah tetap tenang dan mendengarkan anak mereka. “Tanyakan pada diri sendiri, apa yang terjadi sebelum ini, dan bagaimana perasaan anak Anda sekarang?” katanya. Memahami jalur yang menuntun ke situasi ini dapat membantu orang tua merespons dengan lebih baik.
Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk anak adalah langkah yang bisa diambil orang tua. Hal ini membuat anak merasa bahwa mereka didengarkan dan dipahami, bukan dihakimi. Dengan waktu dan dialog yang terbuka, konflik seperti ini dapat berubah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
Diolah dari laporan Tirto.

