ZONAUTARA.com – Indonesia menempati peringkat kedua dalam hal ketahanan terhadap guncangan energi global menurut laporan JP Morgan Asset Management. Laporan ini mencerminkan upaya ketahanan energi nasional yang telah dilakukan. Laporan bertajuk “Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026” dirilis pada 21 Maret 2026, dan menjadi acuan dalam penilaian tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa laporan ini mengafirmasi arah kebijakan ketahanan energi yang telah dijalankan pemerintah Indonesia. “Hasil ini bukan sekadar apresiasi atas kondisi saat ini, melainkan validasi atas pilihan kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber energi domestik dan akselerasi transisi energi,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Airlangga menambahkan bahwa posisinya tersebut memberi dampak positif terhadap ruang fiskal APBN tahun 2026, dengan membantu melindungi daya beli masyarakat dan menjaga keberlangsungan aktivitas dunia usaha. Namun, Menteri Koordinator Perekonomian menegaskan pemerintah tidak akan lengah dan akan tetap memperkuat kebijakan energi.
Salah satu upaya pemerintah adalah optimalisasi produksi migas domestik untuk menekan defisit neraca migas dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pemerintah juga fokus pada pengembangan energi baru terbarukan dan memperluas adopsi kendaraan listrik berbasis baterai sesuai rencana nasional.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memajukan transisi energi dengan tetap memperhatikan dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi global.
Diolah dari laporan Antara.

