ZONAUTARA.com – Sejak tahun 2022, Amerika Serikat diguncang oleh kematian dan hilangnya sedikitnya 12 ilmuwan yang memiliki keterkaitan dengan program nuklir, luar angkasa, dan proyek-proyek rahasia. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran sejumlah politisi AS dan mendorong mereka untuk mempertanyakan kemungkinan adanya pola mencurigakan di balik insiden tersebut.
Anggota DPR dari Florida, Anna Paulina Luna, mengungkapkan kecurigaannya melalui media sosial X pada Kamis (22/4/2026), “Jika Anda merasa gelisah tentang banyaknya ilmuwan yang hilang, meninggal, dan bunuh diri baru-baru ini yang melibatkan para ilmuwan tersebut dan lainnya, intuisi Anda benar. Ada sesuatu yang tidak beres.”
Kongres AS melalui House Oversight Committee tengah menyelidiki 10 kasus tersebut dan telah mengirim surat perihal kepada FBI, Pentagon, dan Departemen Energi. Dalam surat tersebut, komite memperingatkan bahwa kematian dan hilangnya ilmuwan ini dapat mewakili ancaman serius bagi keamanan nasional AS, terutama terhadap personel yang memiliki akses ke rahasia ilmiah.
Kematian peneliti UFO David Wilcock pada 20 April lalu—yang dinyatakan sebagai bunuh diri—menambah deretan kasus hingga mencapai 12 kasus. Namun, hingga kini, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa semua kasus tersebut berkaitan satu sama lain.
Beberapa kasus menyoroti ilmuwan di NASA Jet Propulsion Laboratory, seperti Michael Hicks yang meninggal pada 30 Juli 2023 dan Frank Maiwald yang wafat pada 4 Juli 2024, keduanya tanpa penjelasan resmi. Juga, terdapat kasus hilangnya Monica Reza pada 22 Juni 2025 saat mendaki di Angeles National Forest. Sementara itu, sejumlah kematian lain seperti penembakan terhadap Profesor MIT, Nuno F.G. Loureiro, dan kematian peneliti antigravitasi Amy Eskridge, menambah kesan misterius seputar hilangnya ilmuwan di AS ini.
Diolah dari laporan Tirto.id.

