ZONAUTARA.com – Seorang calon jemaah haji dari Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditolak masuk ke wilayah Arab Saudi oleh otoritas keimigrasian setempat. Calon jemaah tersebut dipulangkan karena sebelumnya tercatat pernah melanggar prosedur izin tinggal atau overstay di Arab Saudi. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok, Lalu Muhamad Amin, mengonfirmasi hal tersebut.
“Calon jemaah haji bersangkutan berasal dari Kloter 5 Kota Mataram,” kata Amin di Asrama Haji NTB, Mataram, seperti dilansir Antara, Jumat (1/5). Amin menjelaskan, berdasarkan penelusuran, jemaah tersebut diketahui pernah melaksanakan ibadah umrah pada 2017. Namun, dia tidak kembali ke tanah air dan memilih untuk menetap secara ilegal di Arab Saudi demi menunggu pelaksanaan ibadah haji.
Aksi tersebut melanggar izin tinggal dan berujung pada sanksi administratif dari Pemerintah Arab Saudi. “Saat tiba di Arab Saudi, sistem memindai sidik jarinya dan terdeteksi pernah mendapatkan sanksi. Imigrasi setempat menerapkan pembatasan masuk (blacklist) selama 10 tahun,” jelas Amin. Ia menegaskan bahwa keputusan penolakan tersebut merupakan otoritas penuh imigrasi Arab Saudi.
Amin menjelaskan, mengapa masalah ini tidak terdeteksi saat keberangkatan di Indonesia. “Sistem pemeriksaan di negara lain dapat mendeteksi riwayat dan sidik jari yang tidak terintegrasi dengan sistem imigrasi kita. Karena itu, otoritas lokal tidak mengetahui catatan pelanggaran di luar negeri,” tambahnya. Saat ini, jemaah tersebut telah tiba di Mataram dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat.
PPIH mengimbau seluruh jemaah agar jujur melaporkan riwayat perjalanan atau persoalan hukum di masa lalu. “Setelah masa sanksi berakhir, jemaah dapat melanjutkan proses keberangkatan seperti calon haji biasa,” kata Amin. Namun, jemaah yang dipulangkan tersebut diwajibkan mengembalikan biaya tiket pesawat yang telah dikeluarkan, dan proses administrasi hajinya kembali ke tahap awal. Berdasarkan data PPIH Embarkasi Lombok per 30 April 2026, sebanyak 2.722 jemaah asal NTB sudah tiba di Arab Saudi dari total 2.750 keberangkatan.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

