Mensos: Sekolah Rakyat Fokus pada Anak Putus Sekolah

Mensos Saifullah Yusuf menyatakan Sekolah Rakyat fokus pada anak putus sekolah dan keluarga miskin ekstrem.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Antara – Top News

ZONAUTARA.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Program Sekolah Rakyat diarahkan terutama untuk anak-anak yang putus sekolah dan berasal dari keluarga miskin ekstrem. Dengan penerapan sistem penjangkauan langsung, program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berasrama di berbagai wilayah Indonesia.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran kita menjangkau, jadi, yang ada adalah penjangkauan-penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan, yang tidak sekolah, belum sekolah putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” kata Saifullah Yusuf di Surabaya, Minggu.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat mengusung konsep berbeda dengan sekolah pada umumnya, yakni dengan menyediakan pendidikan dalam bentuk asrama dan fokus khusus pada anak-anak miskin yang masuk desil satu dan dua ekonomi.

Menurutnya, banyak peserta didik di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang dulunya merupakan pengamen, pengemis, atau pemulung yang mengalami putus sekolah cukup lama. “Banyak siswa-siswa rakyat itu yang dulunya adalah pengamen, mengemis, pemulung untuk sekolah mereka, tidak melanjutkan sekolah, kemudian ada bahkan yang tidak sekolah,” ujarnya.

Salah satu tantangan program ini, kata dia, adalah latar belakang dan kemampuan akademik siswa yang sangat beragam, terutama pada tiga bulan pertama pembelajaran. Ada di antara mereka yang sudah tingkat SMA tetapi belum mampu membaca, yang mana hal ini memerlukan pendampingan dan usaha dari para guru Sekolah Rakyat.




“Dia belum bisa baca. Inilah tantangan di sekolah rakyat yang harus dikerjakan oleh para guru dengan sebaik baiknya,” katanya. Guru-guru tersebut dipilih melalui seleksi ketat agar mampu mendampingi siswa yang memiliki kondisi akademik beragam.

Tahun ini, lebih dari 400 siswa telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat, termasuk 11 siswa tingkat SMA yang diproyeksikan melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil. Gus Ipul menambahkan bahwa lulusan Sekolah Rakyat disiapkan agar dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di masa depan.

Diolah dari laporan Antara.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com