ZONAUTARA.com – Jepang akhirnya menerima kiriman minyak dari Rusia untuk pertama kalinya setelah penutupan jalur penting perdagangan energi di Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah krisis pasokan energi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Menurut laporan dari TV Tokyo dan harian Asahi Shimbun yang mengutip pejabat anonim dari perusahaan distributor Taiyo Oil, pengiriman minyak tersebut tiba di pesisir Imabari pada 5 Mei 2026. Minyak ini diperoleh dari proyek pengembangan gas alam Sakhalin-2 di Rusia.
Sebelumnya, pasokan minyak Jepang sangat bergantung pada impor dari Timur Tengah, mencapai sekitar 95% dari total kebutuhan. Namun, dengan penutupan Selat Hormuz dan meningkatnya ketegangan regional, Jepang mulai mempertimbangkan diversifikasi sumber energinya.
Proyek Sakhalin-2 menjadi alternatif karena tidak terkena sanksi ekonomi global yang dijatuhkan pada Rusia pasca-invasi ke Ukraina pada 2022. Mensurut laporan, Taiyo Oil telah menerima instruksi dari Kementerian Ekonomi Jepang untuk mengamankan pasokan ini sebagai bagian dari strategi nasional.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengungkapkan bahwa krisis ini memberikan “dampak yang sangat besar” terhadap kawasan Asia-Pasifik. Saat berada di Canberra, dia menegaskan komitmen Jepang dan Australia untuk merespons cepat guna menjaga stabilitas pasokan energi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

