ZONAUTARA.com – Menjaga kerukunan di tengah keberagaman menjadi kunci stabilitas sosial di daerah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Momentum ini terlihat dalam kegiatan Halal Bihalal Jamaah Musholah Al-Ikhlas Paniki, Kecamatan Siau Barat, Rabu (15/4/2026).
Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, hadir bersama suami Reinol Tumbio dan menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki dampak nyata dalam menjaga hubungan sosial masyarakat.
Menurutnya, Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi setelah Idul Fitri, tetapi juga ruang untuk memperkuat komunikasi, menyelesaikan kesalahpahaman, dan membangun kembali kepercayaan antarwarga.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan dan dinamika pasti ada. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga persaudaraan dan saling menghargai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai yang dibangun selama bulan Ramadan, seperti kesabaran dan keikhlasan, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga keharmonisan sosial.
Kegiatan yang dihadiri jamaah dan tokoh masyarakat setempat ini berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Interaksi langsung antarwarga dinilai menjadi salah satu cara efektif memperkuat kohesi sosial, terutama di wilayah dengan ikatan komunitas yang kuat seperti Sitaro.
Pemerintah daerah sendiri terus mendorong kegiatan keagamaan dan sosial yang mampu mempererat persatuan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif.
Melalui momentum seperti ini, diharapkan masyarakat Sitaro tetap menjaga semangat kebersamaan dan toleransi, sehingga berbagai tantangan sosial dapat dihadapi secara kolektif.

