ZONAUTARA.com – Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat pagi hingga menewaskan tiga orang pendaki. Peristiwa ini menarik perhatian berbagai media asing. Letusan ini terjadi ketika rombongan pendaki, yang terdiri dari 20 orang warga Singapura dan Indonesia, melakukan pendakian meskipun ada larangan dari pihak berwenang.
Gunung tersebut memuntahkan kolom abu tinggi mencapai 10 km ke angkasa. Ketiga korban yang meninggal dunia adalah dua warga Singapura dan satu warga lokal dari Kota Ternate. Kedua warga asing tersebut berjenis kelamin laki-laki, masing-masing berusia 30 dan 27 tahun, sementara warga lokalnya adalah seorang perempuan.
Menurut Kepala Kepolisian Halmahera Utara Erlichson Pasaribu, tubuh ketiga korban masih berada di gunung. Namun, sebagian besar rombongan pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat. Tim SAR memutuskan menghentikan sementara pencarian pada Jumat, mengingat letusan berlanjut hingga malam hari.
“Pencarian telah ditutup sementara hari ini dan akan dilanjutkan besok, bukan karena kami tidak ingin mencari di malam hari, tetapi karena Gunung Dukono akan terus meletus,” kata Iwan Ramdani, Kepala Kantor SAR Ternate. Sementara itu, berbagai saksi mata memberikan kesaksian bahwa ada pendaki lain berada di gunung tersebut saat letusan.
Seorang pemandu wisata mengatakan adanya tekanan tinggi di dalam gunung sejak beberapa hari sebelum letusan. Ia dan para pendaki lainnya sempat melihat beberapa kelompok berada di sekitar kawah, sebagian bahkan merekam dengan drone. Meski peringatan telah disebarluaskan melalui berbagai media, masih ada pendaki yang mengabaikannya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

