ZONAUTARA.com – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkapkan alasan partainya telah mendukung Prabowo Subianto selama 15 tahun terakhir, termasuk dalam tiga pilpres. Langkah ini diambil meski partai tersebut menghadapi risiko kekalahan dan konsekuensi hukum bagi kader-kadernya.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I dan Pelantikan Pengurus DPW PAN Jawa Timur di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (10/5) malam. Zulhas membahas berbagai risiko berat yang dialami kader PAN di daerah akibat dukungan tersebut pada Pilpres 2014 dan 2019.
Zulhas menyatakan bahwa konsistensi dukungan kepada Prabowo berdampak pada sejumlah kepala daerah dari PAN yang menghadapi konsekuensi hukum, bahkan ada yang pindah partai demi menyelamatkan karier politik mereka. “Kenapa PAN tiga kali dukung Pak Prabowo? Kalah. Bupati-bupati kami, gubernur kami masuk penjara. Kalau enggak masuk penjara pindah [partai],” ujar Zulhas.
Meskipun dua kali kalah dalam Pilpres 2014 dan 2019, PAN tetap mendukung Prabowo pada Pilpres 2024 dan mengantarkannya sebagai Presiden ke-8 RI. Zulhas menegaskan modal utama PAN adalah kepercayaan masyarakat dan loyalitas. “Karena modal Partai Amanat Nasional adalah kepercayaan dan loyalitas. Kita tidak bisa ngomong A pekerjaan B tidak bisa,” ujarnya.
Zulhas juga menyatakan adanya ikatan visi yang kuat antara PAN dan Prabowo. Selama lebih dari satu dekade berkoalisi, Zulhas mengaku banyak belajar dari Prabowo, terutama mengenai tipe pemimpin yang dibutuhkan Indonesia. “Kami tiga kali bersama Pak Prabowo karena kesamaan cita-cita, kesamaan kebijakan, kesamaan perjuangan,” tambahnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

