ZONAUTARA.com – Inggris secara resmi mengumumkan pengerahan jet tempur, kapal perang, dan drone untuk bergabung dalam misi multinasional guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Inggris John Healey dalam pertemuan virtual para menteri pertahanan pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil di tengah ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang semakin mengganggu arus perdagangan energi global.
Pemerintah Inggris menjelaskan bahwa kontribusi militer mereka mencakup sistem otonom untuk mendeteksi dan membersihkan ranjau laut, serta jet tempur Typhoon untuk patroli udara. Lebih dari 40 negara turut terlibat dalam misi ini, yang dijadwalkan akan dimulai ketika situasi memungkinkan.
“Bersama sekutu kami, misi multinasional ini akan bersifat defensif, independen, dan kredibel,” kata Healey dalam sebuah pernyataan, dilansir BBC.
Selama beberapa bulan terakhir, Iran dianggap mengendalikan Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan dari AS dan Israel. Sementara itu, AS menjalankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, semakin memperuncing ketegangan di jalur laut yang strategis ini.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling krusial di dunia, dengan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair global melewati kawasan ini. Gangguan di jalur ini telah memicu kenaikan harga energi dunia dalam beberapa bulan terakhir.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa saat ini lebih dari 1.000 personel militer Inggris telah ditempatkan di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari operasi pertahanan yang sudah berjalan. Inggris juga mengalokasikan dana sebesar 115 juta poundsterling untuk pengadaan drone pemburu ranjau dan sistem anti-drone.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

