ZONAUTARA.com – Pada tahun 2026, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Operasi Armuzna untuk memastikan kekondusifan saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Keputusan ini diambil untuk memastikan seluruh fasilitas utama bagi jemaah siap digunakan, meliputi sektor konsumsi, akomodasi tenda yang telah mencapai kesiapan 90 persen, serta manajemen transportasi bus Masyair.
Seorang perwakilan PPIH menyatakan melalui akun YouTube Kementerian Haji dan Umrah bahwa pembentukan Satgas Operasi Armuzna bertujuan untuk memastikan kesiapan layanan puncak haji, dimulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi. Satgas tersebut juga telah mengadakan peninjauan terhadap angkutan bus Masyair yang akan melayani rute dari Makkah ke Arafah, lalu Muzdalifah dan Mina, dan kemudian kembali ke Makkah.
Pada saat yang bersamaan, persiapan tenda di Arafah juga mencapai 90 persen, termasuk peninjauan layanan transportasi puncak haji menggunakan Bus Masyair guna mengatur operasional. Selain itu, berbagai skenario mitigasi terkait potensi hambatan dalam pergerakan transportasi akibat kepadatan juga disiapkan oleh Satgas, khususnya dari Arafah ke Muzdalifah maupun dari Muzdalifah ke Mina.
Secara bersamaan, PPIH mengimbau jamaah untuk membiasakan diri berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan. Hal ini dianggap penting untuk melatih kemampuan fisik karena puncak haji menuntut jamaah menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan berjalan kaki, baik akibat adanya kepadatan maupun pengaturan pergerakan jamaah.
Selain itu, PPIH juga mengingatkan jamaah untuk membatasi aktivitas yang tidak mendesak melihat cuaca panas di Arab Saudi dan juga padatnya kegiatan selama haji. Para jamaah diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal tanpa memaksakan diri, mengingat pentingnya menjaga stamina fisik agar dapat melaksanakan semua rangkaian ibadah dengan baik.
Diolah dari laporan Tirto.id.

