ZONAUTARA.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berencana menyelenggarakan pertemuan nasional yang akan dihadiri oleh 250 Pondok Pesantren (Ponpes) dari seluruh Indonesia. Rapat ini bertujuan untuk membahas meningkatnya kasus kekerasan seksual, terutama di lingkungan pesantren. Ketua DPP PKB Nihayatul Wafiroh menjelaskan bahwa acara yang dinamai Temu Nasional Pesantren ini digagas setelah pihaknya menerima banyak aduan dari pesantren terkait kasus-kasus kekerasan seksual yang kian merebak ke permukaan.
“Banyak sekali permohonan, pengaduan, dan juga curhatan dari pesantren di seluruh Indonesia tentang berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di banyak pesantren yang akhir-akhir ini tentu sangat meresahkan,” ujar Nihayatul dalam konferensi pers pada Jumat (15/5). Acara ini direncanakan akan berlangsung di Jakarta pada hari Senin dan Selasa (18-19/5) mendatang.
Nihayatul menambahkan bahwa PKB juga akan mengundang Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) serta Kepolisian untuk berdiskusi bersama mencari solusi atas maraknya kasus kekerasan seksual ini. Menurutnya, masih banyak pesantren yang mengalami kesulitan dan membutuhkan pendampingan dari pihak berwenang ketika menangani kasus-kasus semacam ini.
Mereka tidak mampu untuk apa menghandle sendiri, mereka butuh pendampingan. Mereka mungkin belum tahu bagaimana cara menyelesaikannya seperti apa, lalu prosedur hukumnya seperti apa,” tambahnya.
Nihayatul juga menyoroti bahwa persoalan kekerasan seksual di pesantren sangat kompleks karena dipengaruhi oleh faktor relasi kuasa antara pelaku dan korban serta antara lembaga agama dan politis. “Jadi memang tidak bisa dipandang dari satu sisi dan relasi kuasanya juga cukup tinggi. Jadi ketika membicarakan itu mulai dari relasi kuasa, power antara pelaku dan korban, relasi kuasa agama, relasi kuasa politik, dan sebagainya, pasti masalahnya ada complicated,” jelasnya.
Kasus kekerasan seksual di pesantren telah kembali marak terjadi, dengan salah satu kasus baru yang melibatkan Kiai Ashari di Pati, Jawa Tengah. Ashari, pendiri pesantren di Pati, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan puluhan santriwati. Selain itu, Pondok Pesantren Nurul Jadid di Mesuji, Lampung, dibakar massa pada Sabtu (9/5) sebagai buntut dari kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh pendiri pesantren tersebut. Kasus terbaru lainnya melibatkan seorang pengasuh pesantren di Jepara yang juga menjadi tersangka tindakan kekerasan seksual terhadap santriwati, serta kasus sodomi santri di Lombok yang mengakibatkan infeksi penyakit menular seksual.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

