ZONAUTARA.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara dengan hadiah senilai Rp750 juta bagi siapa saja yang dapat menemukan Aman Yani, warga Kabupaten Indramayu. Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi menyatakan sayembara ini saat bertemu dengan adik Aman Yani. “Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia,” ungkap Dedi, Jumat (22/5).
Aman Yani menjadi perhatian publik setelah disebut oleh salah satu terdakwa dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu pada Agustus 2025. Pembunuhan ini menewaskan lima anggota keluarga, yaitu Haji Sahroni, Budi, Euis, serta dua anak mereka RK dan B. Jasad mereka ditemukan pada 1 September 2025. Polisi menangkap dua tersangka, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan. Priyo di pengadilan mengklaim ada pelaku lain termasuk Aman Yani.
Keluarga Aman Yani membantah keterkaitan tersebut, dengan menegaskan bahwa Aman telah dilaporkan hilang sejak 2016. Kuasa hukum Ruslandi menyatakan, “Fakta itu bertentangan dengan kondisi sebenarnya, karena keluarga sudah lama mencari yang bersangkutan, bahkan sempat menyebarkan informasi orang hilang di media sosial sejak 2020.” Terakhir, Aman berpamitan kepada keluarganya untuk merantau ke Bandung setelah resign dari bank pelat merah.
Adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengungkap kejanggalan yang terjadi sejak hilangnya Aman, termasuk usaha memalsukan identitasnya dan pencairan dana pensiun oleh orang lain. Pada 2018, keluarga Yani menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara Aman Yani, namun tak ada kontak lebih lanjut.
Dedi Mulyadi menyoroti hal ini dan mendesak Aman Yani untuk pulang. Dedi menyatakan siap mengganti dana pensiun Aman yang telah dicairkan secara ilegal. “Yang pertama apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan yang berkuasa tidak pernah bertemu ini peristiwa paling aneh,” kata Dedi.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

