ZONAUTARA.com – Masjidil Haram di Makkah tercatat mulai sepi sejak Senin (25/5) petang, setelah jutaan jemaah haji meninggalkan lokasi untuk menuju Padang Arafah. Keberangkatan jemaah ini untuk mengikuti wukuf, puncak ibadah haji yang berlangsung di Arafah, termasuk sekitar 200 ribu lebih jemaah asal Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan bahwa jemaah asal Indonesia diberangkatkan secara bertahap mulai Senin, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Proses keberangkatan mereka dimulai dari hotel masing-masing menuju Arafah, mengikuti jadwal yang telah ditentukan.
Pergerakan jemaah menuju Arafah, menurut laporan Kemenhaj, terbagi dalam tiga tahap, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Jemaah diharapkan mengikuti jadwal tersebut, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mengikuti arahan dari petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah.
Kami menyiagakan masing-masing satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf.
Maria Ulfa Assegaf menyebutkan bahwa sebanyak 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di berbagai titik layanan untuk mendukung kelancaran operasional. Pos kesehatan ini disiapkan untuk menghadapi puncak haji, di mana diprediksi suhu dapat mencapai 47 derajat celcius.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

