ZONAUTARA.com – Penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta, Jordan Susanto, semakin memantapkan langkahnya menuju perilisan album studio kedua bertajuk Million Different Reasons. Sebagai jembatan menuju album yang dijadwalkan rilis pada 17 Juli 2026 tersebut, Jordan resmi meluncurkan double single terbaru berjudul Nervous dan Such a Shame.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari fase pembuka yang dimulai lewat single Death of Me pada April lalu. Melalui dua lagu teranyarnya, Jordan mempertegas arah musikal dan kedalaman emosional yang akan diusung dalam album mendatang. Karya-karyanya kali ini mengeksplorasi spektrum cinta yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari romansa, persahabatan, self-love, hingga pergulatan batin seperti rasa cemas dan rindu.
Dalam lagu Nervous, Jordan membawa pendengar menyelami pengaruh musik funk dan soul yang kental, terinspirasi dari legenda dunia seperti Prince, James Brown, hingga Michael Jackson. Aransemen yang playful dengan groove yang hidup memberikan ruang bagi Jordan untuk mengekspresikan emosi secara lebih terbuka. “Buatku, ini bukan soal mereplikasi sound dari era lama, tapi bagaimana menemukan cara yang paling jujur untuk menerjemahkan apa yang aku rasakan ketika aku menulis lagu ini,” ungkap Jordan mengenai proses kreatifnya.
Sementara itu, Such a Shame hadir sebagai “lagu saudara” dari Nervous. Keduanya secara tematik merayakan keberanian untuk bersikap jujur pada perasaan sendiri, sekaligus menantang tren sosial yang cenderung bersikap acuh tak acuh atau detached hanya demi terlihat keren. Demi mendapatkan nuansa musik yang lebih hidup dan organik, Jordan memilih metode rekaman langsung (live recording) untuk bagian rhythm section bersama band pengiringnya, The Soul & Rollers. Pendekatan ini memungkinkan adanya interaksi spontan antar musisi, menciptakan dinamika yang serupa dengan energi rekaman klasik era soul dan funk.
Jordan juga menyoroti pergeseran budaya di generasi saat ini yang mulai berani menunjukkan kepedulian tanpa takut dianggap berlebihan. “Aku senang melihat generasi sekarang mulai tidak terlalu takut untuk terlihat ‘cringe’. Aku berharap generasi berikutnya bisa tumbuh di lingkungan yang lebih terbuka dan menerima emosi mereka,” tambahnya. Dibandingkan dengan album debutnya, Million Different Reasons menandai evolusi signifikan bagi Jordan Susanto. Ia memilih pendekatan yang lebih sederhana dan intuitif dengan aransemen yang lebih longgar serta minim penyuntingan (editing). Hal ini dilakukan untuk membiarkan momen-momen murni saat rekaman tetap terjaga. Secara personal, Jordan merasa album ini justru merepresentasikan jati dirinya secara lebih utuh dibandingkan karya perdananya. Melalui rangkaian single yang telah dirilis, ia perlahan membangun narasi tentang kompleksitas emosi manusia. “‘Love’ terasa terlalu sempit untuk menggambarkan semua itu, padahal ada ‘a million different reasons’ di balik cara kita merasakan dan menjalani hidup,” pungkas Jordan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

