Connect with us

Sorotan

Selang Beberapa Hari Dua Pembunuhan Sadis Terjadi Di Sulut

Kasus pertama terjadi di Bitung dan terakhir di Manado. Polisi yang bekerja maksimal, dengan cepat mengungkap dan menangkap para pelaku dari dua pembunuhan tersebut.

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Dalam rentang beberapa hari, dua kasus pembunuhan terjadi di Sulawesi Utara. Kasus pertama terjadi di Bitung dan terakhir di Manado.

Polisi yang bekerja maksimal, dengan cepat mengungkap dan menangkap para pelaku dari dua pembunuhan tersebut.

Pada Jumat (16/6/2017) siang, sesosok mayat mengapung ditemukan di perairan Bunaken. Sosok mayat perempuan tersebut dalam kondisi mengenaskan, tangan nyaris putus dan wajah bekas sabetan parang.

Polisi yang mengembangkan kasus ini tak perlu waktu lama berhasil meringkus pelakunya. Pasalnya, korban Joan Palit (29) warga Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting, Manado telah laporkan hilang pagi sebelumnya oleh keluarganya.

Pada malam sebelumnya korban bersama teman-temannya sedang menenggak minuman keras di Tempat Pelelangan Ikan Tumumpa.

Pelaku OP alias Ondong (28) warga Tumumpa Satu, Kecamatan Tuminting kemudian datang menghampiri dengan maksud bergabung. Tapi OP ditolak dan korban bersama rekannya beranjak pergi.

Merasa sakit hati, OP mengambil parang lalu mengejar mereka. Dengan parang yang biasa dipakai memotong ikan korban ditebas dan mengenai leher bagian kiri, mulut dan sebagian wajah.

Menurut OP, korban sempat berusaha menangkis sehingga terkena sabetan di pergelangan tangan kiri hingga nyaris putus.

Korban yang sudah berdarah berlari dan meminta pertolongan hingga di kios milik Aisya yang dekat dengan lokasi kejadian. Namun OP terus mengejar, menangkap lalu menyeret tubuh korban ke pantai.

Tak puas sampai disitu, OP masih menikam korban di bagian hati hingga membuat korban tewas. Pelaku lalu membuangnya ke laut dan hanyut hingga ke perairan di Bunaken.

Kanit Reskrim Polsek Tikala Ipda Aritonang menjelaskan OP dibekuk di lokasi perkebunan di wilayah Likupang Barat, Minahasa Utara.

“Dia lari dan mencoba bersembunyi di kampung orangtuanya. Pemicunya penganiayaan karena hal sepele soal karena tersinggung,” kata Aritonang, Sabtu (17/6/2017).

Pembunuhan di Bitung

Setelah sempat buron, IS, pelaku pembunuhan terhadap Novita Poluan (30) berhasil dibekuk aparat Polres Bitung di Kima Bajo pada Kamis (15/6) malam.

IS diburu polisi setelah diduga membunuh korban yang tak lain adalah pacarnya. Menurut pengakuan IS, motif pembunuhan karena cemburu.

Pelaku pada Rabu malam mendatangi rumah korban berniat menanyakan hubungan asmara mereka, karena telepon dan sms pelaku tidak dibalas korban.

“Saya tidak berniat membunuh, hanya ingin memberi pelajaran,” ujar IS.

IS kalap saat korban menyatakan ingin mencari pendamping lain. IS lalu mendekap korban dan menikamnya dengan sebilah pisau. Tikaman itu mengenai kepala, korban pun tumbang.

Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting mengatakan pelaku ditangkap anggotanya tanpa melakukan perlawanan.

“Barang bukti juga sudah diamankan berupa pisau, ponsel milik pelaku dan korban serta pakaian pelaku,” kata Ginting.

Kedua pelaku pembunuhan sadis ini terancam dijerat dengan hukum penjara yang berat.

Benci Dapat Memicu Kejahatan

Pengamat Kriminalitas Giovanni Poluakan mengingatkan agar bisa mengontrol amarah dan benci. Menurutnya benci dapat menjadi pemicu tidak kejahatan.

“Dalam ilmu psikologi, Sigmund Freud mendefinisikan benci sebagai pernyataan ego yang ingin menghancurkan sumber-sumber ketidakbahagiaannya,” ujar akademisi Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Manado ini, kepada ZonaUtara.com.

Bahkan menurut Giovanni kebencian seringkali dipengaruhi perbedaan sudut pandang terhadap suatu hal. Kebencian dapat menjadi sifat bersama dari sebuah lapisan masyarakat, yang terdorong oleh perbedaan.

Tidak sedikit rasa kebencian yang berujung pada kematian perempuan akibat sikap agresif laki-laki yang ingin menghancurkan pasangannya, tanpa peduli lagi tentang adanya cinta yang sudah terjalin.

Editor: Ronny A. Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sorotan

Jangan mengaku “orang Manado” kalau masih buang sampah sembarangan

Kami mendatangi kaum millenial untuk mendengar apa kata mereka soal sampah.

Published

on

Ilustrasi (Foto: Pixabay.com/Natasya Gepp)

MANADO, ZONAUTARA.com – Bumi semakin menua semakin banyak yang membebaninya. Sampah, sejak lama sudah menjadi masalah di berbagai belahan dunia. Tak usah jauh, di kota kita tercinta, Kota Manado yang masih memiliki alam yang asri dan lautan yang cantik, kini harus juga berurusan dengan sampah. Termasuk di laut. Entah apa salah laut kita.

Hasil laut di utara pulau Sulawesi saban hari kita nikmati. Laut yang kaya dengan ikan yang segar dan lezat untuk disantap, serta berbagai biota laut lainnya. Karena kecantikan laut kita juga, daerah kita bisa dikenal di mana-mana sampai ke negara luar. Namun laut yang sama harus menanggung ketidakpedulian kita.

Secara global lautan di dunia harus menanggung 12,7 juta ton sampah plastik per tahun. Indonesia berada di urutan kedua sebagai penyumbang sampah plastik terbesar ke laut. Dan Kota Manado masuk sebagai salah satu dari 10 kota terkotor pada penilaian Adipura 2018.

Baca juga: Mereka lego sampah ke laut, kami merekamnya

Memiliki pesisir pantai, pemandangan ke arah laut Manado kini sudah tidak seindah dulu. Banyak sampah bertebaran di tepi pantai, dan bahkan dalam rute perjalanan ke Pulau Bunaken, sudah sangat sering dijumpai sampah yang mengapung di atas permukaan laut.

Banyak penyebab sampah-sampah itu menemui jalannya ke laut. Selain yang dibuang langsung dari kapal/perahu yang berlayar, muara sungai-sungai di Manado yang bermuara langsung ke Teluk Manado juga menjadi penyuplainya.

Adalh Willbert Karundeng, anak millenial, 19 tahun, warga Kanaan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, mengingatkan jika pemerintah kota harus bekerja lebih keras lagi dengan kondisi itu.

Baca juga: Lautan sampah di pantai Manado

Namun Willbert juga berharap sebagai kota dengan ribuan jiwa warganya, masyarakat harus pula bertanggung jawab dengan kondisi ini.

“Zaman semakin modern, seharusnya tingkah laku kita juga harus ikut beradab, jangan menanggap sepele soal sampah. Jangan membuangnya sembarangan. Bayangkan, jika kita semua tidak peduli dengan sampah, dan membuangnya sembarangan,” kata Wilbbert, saat ditemui Zonautara.com, Rabu (12/6/2019).

Wakil Dua Putra Bitung ini juga mengatakan, bahwa orang Manado itu dikenal dengan paras yang cantik dan ganteng. Maka seharusnya, kita juga merasa malu kalau lingkungan kita tak secantik paras kita.

“Jangan mengaku orang Manado jika masih membuang sampah sembarangan,” kata Willbert.

Willbert Karundeng. (Foto: Zonautara.com/Tessa Senduk)

Willbert yang saat ini juga aktif dalam Pelayanan Siswa Kristen Berprestasi Sulawesi Utara, merasakan dampak sampah yang dibiarkan begitu saja. Tempat tinggalnya yang berada di dekat pasar, memberi dia pengalaman berurusan dengan sampah.

Sampah yang tidak segera diangkut dan dibiarkan begitu saja membuat udara tercemari dengan bau busuk. Bahkan jika tidak segera diangkut, tumpukan sampah dapat menggangu pengunjung pasar yang lalu lalang.

Pemerintah harus lebih serius lagi mengurus pengelolaan sampah. Dari pengalamannya, petugas kebersihan yang mengangkut sampah dari rumahnya langsung mencampur sampah begitu saja, padahal sampah plastik sudah dipisahkan dari yang lainnya.

Willbert sendiri mengapresiasi program Bank Sampah Pemerintah Kota Manado. Bank Sampah mendidik masyarakat memperlakukan sampah plastik dengan baik. Tidak langsung dibuang namun bisa dikumpulkan dan menghasilkan uang.

Willbert mengajak seluruh anak milenial Kota Manado untuk mendukung Less Plastic City demi kota tercinta menjadi lebih baik.

“Anak gaul itu bawa tumbler dan sedotan stainless,” pungkas Willbert.

Editor: Ronny Adolof Buol

Artikel ini bagian dari Liputan Khusus soal Sampah Di Kota Manado

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com