Connect with us

ZONAPEDIA

Apa Beda Kera dan Monyet?

Volume otak kera juga lebih besar dibandingkan monyet. Orangutan dan gorila adalah contoh kera. Monyet ekor panjang, lutung dan siamang adalah contoh monyet. Yaki adalah monyet (Monyet hitam Sulawesi atau Macaca nigra).

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Tahukan anda perbedaan antara kera dan monyet? Kalau Yaki, termasuk kera atau monyet?.

Dikutip dari situs WWF Indonesia, Minggu (6/8/2017), pertanyaan soal perbedaan monyet dan kera memang kerap muncul. Secara sederhana kera dan monyet bisa dibedakan melalui ekornya. Jika monyet memiliki ekor yang terlihat panjang, sementara kera ekornya pendek.

Sebagaimana yang ditulis di detik.com, Ketika bergerak, kera memiliki lengan yang cenderung lebih panjang dan bisa berjalan menggunakan kedua kakinya. Kera juga cenderung hidup di atas pohon.

Sementara itu, monyet cenderung berjalan menggunakan kedua kaki dan tangannya. Hidup monyet semi terestrial (hidup di pohon dan di darat/tanah) maupun terestrial (hidup di darat/tanah).

Volume otak kera juga lebih besar dibandingkan monyet. Orangutan dan gorila adalah contoh kera. Monyet ekor panjang, lutung dan siamang adalah contoh monyet. Yaki adalah monyet (Monyet hitam Sulawesi atau Macaca nigra).

Bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berikut adalah arti kera dan monyet:

ke.ra

1. n binatang menyusui (yang tergolong paling sempurna), bentuk tubuhnya mirip manusia, berbulu pada seluruh tubuhnya, memiliki otak yang relatif lebih besar dan lebih cerdas daripada hewan lain, termasuk hewan pemakan buah, biji-bijian, dan sebagainya〔Anthropoidea
2. n monyet, terutama yang berekor panjang〔Macacus synomolgus

mo.nyet /monyèt/

n kera yang bulunya berwarna keabu-abuan dan berekor panjang, tetapi kulit muka, telapak tangan, dan telapak kakinya tidak berbulu〔Macacus synomolgus〕

Dari berbagai sumber.

Bagikan !

ZONAPEDIA

Mengangkat dan menempelkan kaki ke dinding ternyata banyak manfaatnya

Selain meredakan kaki yang pegal, pose ini juga menyeimbangkan tekanan darah sehingga tubuh akan terasa lebih enakan.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM – Salah satu hal yang menghambat niat berolahraga adalah kondisi badan yang capek dan lelah karena rutinitas sehari-hari yang padat. Padahal bukan cuma istirahat saja yang mampu redakan kelelahanmu, tapi menggerak-gerakkan badan juga efektif bikin fit kondisimu.

Nah, di antara sekian banyak pose yoga, ada satu posisi yang mudah sekali dilakukan di rumah. Viparita karani asana alias mengangkat dan menempelkan kaki ke dinding punya banyak manfaat jika rutin dilakukan selama 15 menit setiap harinya.

Inilah kebaikan-kebaikan yang kamu dapatkan jika rutin melakukan viparita karani. Sayang sekali kalau dilewatkan!

Melakukan pose ini akan melancarkan peredaran darah dari kaki ke seluruh tubuh.

Efektif buat meredakan beban-beban yang bertumpu pada kaki. Berdiri terlalu lama atau beraktifitas fisik terlalu berat terkadang bisa menghambat sirkulasi darah.

Aktifitas berat ini bahkan bisa menyebabkan heavy lower body atau berat tubuh yang bertumpu seluruhnya pada kaki. Nah, melakukan pose dengan menaikkan kaki dan menempelkannya di dinding akan membantu melancarkan kembali sirkulasi darah dari kaki ke bagian atas tubuh.

Selain meredakan kaki yang pegal, pose ini juga menyeimbangkan tekanan darah sehingga tubuh akan terasa lebih enakan.

Meredakan ketegangan dan pegal-pegal di otot punggung, pinggul dan kaki. Serasa dipijat!

Gerakan sederhana ini nggak hanya merilekskan, tapi juga memberikan efek positif bagi otot-otot betis, paha belakang, kaki, serta punggung. Saat berbaring telentang, tulang belakang menempel di lantai yang juga membuat punggung dalam posisi lurus dan rileks. Kaki pun begitu.

Melakukannya dengan rutin akan menghilangkan ketegangan dan pegal-pegal di area ini. Bonusnya, tubuhmu jadi lebih fleksibel karena otot-otot yang lebih tertarik.

Peningkatan suplai darah ke organ dalam bikin kinerja sistem jadi makin lancar.

Makananmu jadi cepat tercerna dan lancar pembuangannya. Meluruskan kaki ke dinding akan melancarkan suplai darah ke tubuh bagian atas, termasuk organ-organ pencernaan. Pose ini akan membantu usus melakukan kontraksi dengan efektif sehingga memperlancar proses pencernaan.

Jika dilakukan dengan rutin, nutrisi makanan yang masuk ke tubuhmu akan lebih cepat diserap dengan baik. Pun jika kamu mengalami masalah BAB, maka akan lebih mudah teratasi.

Kram perut dan sakit kepala saat menstruasi bisa membaik jika kamu mau melakukan pose ini secara rutin

Mengangkat kaki dan meluruskannya di dinding akan menguatkan organ reproduksi karena suplai darah ke area ini berjalan lancar. Efeknya, nyeri perut dan sakit kepala saat menstruasi bisa berkurang perlahan.

Termasuk sakit kepala yang diakibatkan karena melambatnya pergerakan aliran darah ke kepala, bisa diredakan dengan tidur telentang dan menaikkan kaki ke atas dinding.

Santai telentang dengan kaki terangkat juga bisa membantu menenangkan pikiran, sehingga stres pun hilang perlahan

Saat berbaring dengan kaki lurus di dinding, tubuh akan terasa lebih rileks dengan napas yang lebih tenang. Jaringan tubuh akan mendapat lebih banyak oksigen dan sirkulasi darah makin lancar. Ini akan membuat sistem saraf lebih baik dan mengurangi tekanan di kening, leher, dan perut.

Stres pun nggak lagi mudah bersarang. Posisi ini cocok untuk semua jenis meditasi, karena memungkinkan darah beredar di sekujur tubuh.

Cara ini juga bisa membantumu mengatasi insomnia, nggak lagi-lagi deh tidur di atas jam dua

Darah akan mengalir ke otak akan lebih lancar saat berada di posisi ini sehingga otak mendapat lebih banyak oksigen yang memungkinkan kondisi tidur yang lebih nyenyak.

Kalau kamu merasa kesulitan tidur, lakukan pose ini beberapa menit setiap malam sebelum tidur. Beberapa gerakan sederhana ini juga bisa membantumu cepat mengantuk dan tidur lebih awal.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com