Connect with us

Serba Serbi

Ponsel Ini Jatuh Dari Pesawat Dan Terus Merekam Video

Seseorang lantas melihatnya dan kebingungan karena ada smartphone tak bertuan yang sedang sedang merekam video di antara dedaunan tanaman.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Blake Henderson, pria asal Tennessee, Amerika Serikat ini tak menyangka kalau handphonenya bisa jatuh dari pesawat dan masih berfungsi normal.

Hebatnya selama jatuh dari ketinggian itu, handphone milik Blake terus merekam. Sebabnya adalah saat sedang mengudara dengan pesawat kecil, Blake berusaha mereka video pesawat lain yang terbang bersebelahan.

Dikutip dari laman Kompas.com, saat sedang merekam itu ponsel Blake kemudian terlempar ke luar pesawat dalam kondisi tetap merekam.

Rekaman smartphone Galaxy S5 itu memperlihatkan gambar video berputar-putar kencang di udara sebelum akhirnya mendarat.

Blake harus bersyukur, karena saat mendarat, Galaxy S5 nya tidak mendarat di permukaan yang keras melainkan di semak tanaman hias.

Seseorang lantas melihatnya dan kebingungan karena ada smartphone tak bertuan yang sedang sedang merekam video di antara dedaunan tanaman.

“Oop, ini ponselmu,” kata si orang yang menemukan Galaxy S5 milik Henderson. Wajahnya terekam dalam video ponsel. “Bukan, ponselku ada di saku,” ujar seorang lain yang sama bingungnya.

Setelah diselidiki dengan cara melihat-lihat isinya, sang penemu ponsel berhasil mengidentifikasi Henderson sebagai pemilik dan mengembalikan Galaxy S5 itu ke si empunya.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PetaPixel, Selasa (15/8/2017), Henderson mengaku ponsel terlempar dari jendela pesawat ketika dia tiba-tiba mengalami turbulensi.

Sang ponsel terjun bebas dari ketinggian sekitar 300 meter. Untung saja tidak mengenai orang atau merusak benda lain. Rekaman video dari ponsel Henderson bisa dilihat di video berikut.

Berita ini sebelumnya sudah tayang di Kompas.com

Bagikan !
Beri Donasi

Serba Serbi

Berkelit ditengah isu corona, penjahit di Manado produksi masker sendiri

Dalam sehari para penjahit bisa memproduksi 300 lembar.

Bagikan !

Published

on

Penjahit di Manado sedang mengerjakan masker alternatif. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Para penjahit di Kota Manado memanfaatkan peluang ditengah langkanya ketersediaan masker, dengan memproduksi secara rumahan masker berbahan kain.

Ditemui di Shopping Center Manado, Pasar 45, puluhan penjahit terlihat sedang mengerjakan pembuatan masker.

“Ini sejak dari Jumat minggu lalu saya bikin. Soalnya yang datang menjahit sepi. Jadi kami produksi maskernya,” ujar Salim (30), salah satu penjahit, Rabu (25/3).

Salim mengaku dalam sehari dia bisa memproduksi sebanyak 300 lembar masker. Itu pun dia masih kewalahan dengan pesanan yang datang.

“Begitu selesai langsung habis, malah saya kewalahan” aku Salim.

Satu lusin masker dijual Salim seharga Rp 60 ribu. Para pengecer kemudian menjual kembali selembar masker seharga Rp 10.000.

Lian, penjahit lainnya mengatakan bahwa dirinya sengaja memproduksi masker karena melihat warga yang kesulitan mencari masker di apotek dan toko-toko.

“Awalnya ada yang datang tanya kalau bisa jahit masker. Lalu saya coba buat dalam jumlah banyak, ternyata laku. Jadi bikin sampai sekarang,” aku Lian.

Warga di Manado dan sekitarnya memang kesulitan mencari masker sejak isu corona mencuat. Apalagi dua pekan lalu, satu orang warga Manado dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sejak itu masker menjadi barang langka.

Koordinator Lapangan Toko Alat Kesehatan Dunia Medika, Nixon Walukouw menjelaskan bahwa permintaan masker dari warga sangat tinggi.

“Kami harus membatasi pembelian per orang. Hanya bisa beli dua sachet per orang. Itupun stok per hari sangat terbatas,” jelas Nixon.

Warga yang mengantri di Dunia Medika membayar Rp 15 ribu untuk satu sachet masker yang berisi tiga lembar. Warga juga memburu alkohol, sarung tangan dan termometer.

Maida, warga Tomohon yang harus turun ke Manado mencari masker dan alkohol mengaku mencari kedua barang tersebut sebagai upaya pencegahan penularan corona.

2 pasien positif

Hingga saat ini, di Kota Manado sendiri sudah ada dua pasien positif terjangkit corona. Kedua pasien tersebut sudah diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof Kandou Manado.

“Iya, yang pasien kedua sudah dibawa ke RSUP Kandou untuk diisolasi,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr. Steaven Dandel.

Menurut Dandel, pasien kedua yang hasil laboratoriumnya positif dan diumumkan Selasa kemarin itu, sebelumnya tidak menunjukkan gejala corona.

“Dia ada orang dengan kontak resiko tinggi dengan pasien pertama yang dinyatakan positif,” kata Dandel.

Adanya dua pasien yang sudah positif di Manado ini memicu kekhawatiran warga Manado bahkan Sulawesi Utara terhadap penyebaran wabah virus corona.

“Tentu kami sangat khawatir, karena Manado sudah menjadi salah satu wilayah penyebaran corona,” kata Jane, warga Manado.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com