Connect with us

Serba Serbi

Kuburan Ramai Saat Malam Pergantian Tahun

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Jelang pergantian tahun, Minggu (31/12/2017) sudah menjadi kebiasaan bagi orang Minahasa untuk berziarah ke makam saudara atau kerabat dekat.

Kuburan yang biasanya sunyi tiba-tiba langsung ramai dengan orang-orang yang datang berziarah.

Di Kuburan Tateli, yang berlokasi tepat di Jalan Trans Sulawesi, keramaian mulai terlihat ketika sore hari. Banyak yang datang membersihkan dan mempercantik kuburan dengan bunga.

Dona Rumondor (22), kepada wartawan Zona Utara mengaku datang untuk berziarah dan membersihkan kuburan ayahnya.

“Sudah menjadi kebiasan setiap akhir tahun datang membersihlan kubur papa saya. Dan sudah lima tahun ini saya selalu datang ke kubur setiap 31 Desember,” ujar Dona.

Malam hari yang biasanya kuburan terlihat gelap, berbeda saat malam akhir tahun. Atmosphere kuburan terasa ramai karena terangnya lilin disetiap serta kehadiran orang-orang yang datang bahkan ada kelompok-kelompok yang terlihat sedang nongkrong di beberapa titik kubur.

Imanuel Languju (22) datang ke kubur hanya untuk mencari keramaian dan nongkrong bersama teman-temannya.

“Bukang tanggal 31 Desember kalo kubur nda rame (bukan tanggal 31 Desember jika kubur tidak ramai). Saya dan teman-teman saya hanya duduk santai di sini sambil menunggu jam 12 malam,” jelas Imanuel.

 

Editor: Eva Aruperes

Serba Serbi

Menjual daging rusa palsu

Peternak di Malaysia mencurigai karena harganya yang sangat murah.

Published

on

Roselan Ab Malek - am@hmetro.com.my

ZONAUTARA.com – Di Malaysia dalam beberapa pekan belakangan, lagi ramai diperbincangkan soal dugaan pedagang menjual daging rusa palsu.

Dugaan itu bermula dari murahnya daging rusa yang dijual berbagai lapak, terutama yang dibagikan di halaman Facebook.

Dikutip dari hmetro.com, seorang peternak rusa di daerah Jerantut, Shamsul Mohd Ali Hanapiah mempertanyakan murahnya daging rusa yang dipasarkan itu.

Menurut Shamsul, biasanya satu kilogram daging rusa dijual seharga 75 ringgit Malaysia (RM) hingga RM95.

“Namun daging yang ditawarkan mereka itu hanya seharga 30 hingga RM35. Itu sesuatu yang mustahil,” kata Shamsul.

Menurutnya, modal untuk beternak seekor rusa hingga siap potong menghabiskan dana sebesar RM3.500. Dari seekor rusa hanya bisa menghasilkan 30 kilogram daging saja yang bisa dijual.

“Jadi adalah hal yang mustahil mendapat untung jika menjual seharga RM30,” kata Shamsul.

Para peternak juga biasanya menjual daging rusa lengkap dengan tulangnya, agar pembeli percaya bahwa yang mereka jual benar-benar daging rusa.

Sementara yang ditawarkan dengan harga murah itu, berupa daging yang sudah dipacking tanpa tulang.

Shamsul dan peternak lain mencurigai, daging yang dijual itu bukan daging rusa melainkan daging lembu atau kerbau yang memang murah.

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com