Connect with us

Serba Serbi

The Passion of The Christ, Film Yang Wajib Anda Tonton Saat Paskah

Published

on

Film yang menggambarkan kisah Yesus. (Foto: digitalspy.com)

MANADO, ZONAUTARA.com Film yang mengisahkan kehidupan Yesus memang sangat banyak dibuat dengan berbagai versi. Namun, ada satu film tentang Yesus yang paling terkenal dan terlaris sepanjang masa. Yaitu The Passion of The Christ.

Film ini berfokus pada 12 jam terakhir kehidupan Yesus, ditambah sedikit adegan tentang kebangkitan, dituturkan dalam bahasa asli sesuai tempat dan zamannya. Film garapan Mel Gibson ini mengumpulkan lebih dari 611 juta dolar AS di seluruh dunia.

Film sepanjang 126 menit ini mungkin lebih dikhususkan secara detail membahas penderitaan dan kematian Yesus Kristus. Beberapa penonton akan melihat seperti diungkapkan kebenaran, surat wasiat yang terakhir tentang bagaimana Kristus menderita untuk menebus dosa manusia.

Film-film biasanya tidak menghasilkan reaksi ekstrim seperti itu, dan orang perlu mengapresiasi teknik brilian yang dibuat dalam The Passion benar-benar tak dapat dipungkiri. Gibson sendiri, seorang penganut Katolik tradisional. Diaa membiayai, mengarahkan, menulis dan menjadi produser film ini.

Karyanya ini menggunakan gabungan dari 4 Injil Perjanjian Baru, seperti halnya tulisan hasil inspirasi yang tak tercakup di Alkitab dan apa yang tampak seperti baru saja digunakan di scene dan dialognya. Dialog semua dalam Aramaic dan Latin, dengan judul Bahasa Inggris, yang memberi perasaaan aneh.

Semua dimulai dari Taman Getsemani di mana Yesus (James Caviezel) berdoa untuk memohon kekuatan atas apa yang akan Dia pikul. Dia ditangkap oleh petinggi Yahudi yang melihatnya sebagai penghujat Allah yang berbahaya. Setelah suatu pengadilan percobaan, yang ditentukan lebih dahulu, mereka membawanya kepada kuasa bangsa Roma, Pontius Pilatus, sebab mereka tidak mempunyai kuasa yang sah dan undang-undang untuk menghukum Yesus sampai mati.

Pilatus mencoba untuk mengelak tanggung jawab, mengirimkan Yesus ke Raja Herodes untuk dihakimi, dia yang dicambuk dalam percobaan untuk memenangkan para imam, dan akhirnya membiarkan masyarakat memilih mana yang ingin dihukum mati, Yesus atau Barabbas. Mereka menghukum Yesus untuk disalibkan, tapi masih sangat panjang, jalan penuh derita menuju Golgoha dan penyaliban itu sendiri dan akhir singkat dari Gibson mengenai kebangkitan.

Sepanjang kisah itu, ada kilas balik ke Yesus yang berkotbah, Perjamuan Malam terakhir, dan lain lain yang menyediakan beberapa konteks. Tetapi hal itu tidak cukup untuk meluaskan kesempurnaan Kristus. Itu bukan apa yang Gibson sedang berusaha lakukan, tetapi itu akan meninggalkan kesan beberapa penonton bahwa dia telah memusatkan terlalu banyak pada kesakitan fisik dan tidak cukup pada alasan yang metafisis di belakang itu.

Pembuatan The Passion melibatkan beribu-ribu keputusan, dan Gibson hampir selalu memutuskan untuk memfilmkan yang paling mengerikan.

Di film hampir penuh diisi dengan siksaan yang tidak dapat dijaga dan kesakitan, urutan yang menonjol adalah penyiksaan Kristus oleh serdadu Roma. Hal itu terus dilakukan, ketika Anda berpikir itu sudah selesai, penyiksaan itu dimulai lagi, memberi berbagai rasa kesakitan yang amat sangat. Lagi-lagi, Anda berpikir hal itu sudah berlalu dan lagi akan lebih banyak lagi cambukan. Adegan itu berlangsung sekitar 10 menit dan rasanya seperti 1 jam.

 

Editor: Eva Aruperes

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Serba Serbi

Tengkorak Yaki berbahan fiber ini dijual murah

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Upaya menjaga kelestarian dan semangat mengangkat budaya lokal yang berjalan beriringan, memberikan inspirasi kreatif bagi Renaldo Kumendong. Tari Kabasaran yang makin digandrungi kalangan generasi muda tentu membuat permintaan aksesoris untuk melengkapi hiasan kostum jadi sangat dibutuhkan.

Aldo, demikian sapaan akrabnya, mengganggap aksesoris Kabasaran yang tertentu tak harus asli. Kalau semuanya harus asli, seperti tengkorak yaki (macaca nigra), justru bisa merusak kelestarian ekosistem.

“Kalau ada grup Kabasaran yang baru dibentuk, misalnya anggotanya ada 6 orang, berarti akan ada 6 yaki yang diburu. Semangat mengangkat budaya lokal Minahasa sudah baik, tapi tindakan memburu satwa yang dilindungi itu tidak terpuji. Itulah mengapa saya bereksperimen dengan membuat tengkorak yaki dari bahan fiber,” kata Aldo, yang juga pentolan Sanggar Vox Teater Club.

Harga satu tengkorak yaki dijualnya murah, yaitu hanya Rp 100.000. Untuk bahan, fiber cair dipesannya dari Surabaya karena di Manado belum dijual. Ia mencampurkan fiber cair dengan satu bahan lagi yang dirahasiakan untuk membuat hasil cetakan jadi sangat kuat.

Proses pembuatannya tidak lama. Malah, imbuhnya, kalau ada yang ingin memesan, bisa ditunggu karena hanya memakan waktu 10 menit pengerjaannya. Sebenarnya bukan hanya tengkorak yaki yang bisa dibuat. Aksesoris lain seperti taring juga bisa.

“Selain bisa untuk keperluan aksesoris Kabasaran, tengkorak fiber bisa juga menjadi bahan pajangan yang artistik. Bagi yang tertarik dan ingin memesannya bisa datang ke sekretariat Sanggar Vox Teater Club yang beralamat di SMK Negeri 4 Manado,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com