Connect with us

HEADLINE

Iko Uwai Jalani Tiga Tugas Sekaligus Dalam Seri Laga Wu Assassins

Published

on

MANADO, ZONASULUT.com – Belum lama ini aktor laga Iko Uwais didapuk untuk bermain di seri laga Neftlix berjudul Wu Assassins. Menariknya, Iko diserahi tiga tugas sekaligus dalam proyek tersebut. Ia menjadi pemeran utama, koreografer laga, dan produser.

Meski begitu, suami dari Audy Item ini mengaku siap dengan semua tugas yang diberikan kepadanya. Ia pun memastikan akan menjalaninya dengan professional.

“Ya itu udah salah satu tugas saya. Apa pun yang dikasih kerjaan pasti otomatis saya akan lebih profesional,” kata Iko dalam wawancara di Hotel Horison Ultima, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018).

Namun, suami penyanyi Audy Item ini belum mau membocorkan lebih banyak hal tentang seri arahan sutradara Stephen Fung itu. Ia masih menyimpan rapat-rapat berbagai informas, baik tentang karakter yang ia perankan secara rinci ataupun bela diri jenis apa yang akan dimasukkannya ke dalam Wu Assassins.

“Tapi buat film yang itu saya belum bisa ngobrol apa-apa ya,” ujar Iko, tersenyum.

Fung akan menyutradarai dua episode pertama Wu Assassins yang total berjumlah 10 episode. Seri laga ini digambarkan sebagai drama kriminal di Pecinan San Francisco, AS. Iko Uwais memerankan karakter Kai Jin, seorang calon koki yang menjadi Wu Assassin terakhir.

Ia dipilih untuk mengumpulkan kekuatan triad kuno dan mengembalikan keseimbangan sekali lagi. Aktor Byron Mann yang pernah bermain sebagai Uncle Six, akan beradu akting dengan Iko.

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com.

Editor: Rizali Posumah

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

EDITOR'S PICK

Lagi, Kejari Tomohon tahan tersangka kasus PD Pasar

Published

on

Tersangka saat akan dibawa ke Rutan Manado. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comSatu lagi tersangka kasus dugaan korupsi di Permukaan Daerah (PD) Pasar Kota Tomohon ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, Senin (15/7/2019).

Setelah dua lainnya, yakni HK alias Hof dan RN alias Rep yang keduanya merupakan mantan pejabat di PD Pasar, kini giliran mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, yakni TP yang ditahan korps Adhyaksa ini.

Tersangka TP yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Tomohon ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana PD Pasar Tomohon.

Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta mengatakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka TP setelah pihaknya mendapatkan bukti permulaan yang cukup atas kasus tersebut.

“Seperti dua tersangka sebelumnya yang sudah kami tahan, tersangka TP juga dalam proses tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti saat ini juga ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT-11/R.1.15/Ft.1/07/2019,” ujar Wilke didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Arthur Piri.

Menurut dia, tersangka TP ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Klas IIA (Rutan) Malendeng, Manado.

Dia menjelaskan, tersangka TP diduga telah melakukan peminjaman terhadap dana di kas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

“Tersangka pada tahun anggaran 2016, diduga melakukan peminjaman terhadap dana di kas PD Pasar Tomohon sebesar Rp175 juta, yang digunakan untuk kepentingan pribadi yang kemudian menimbulkan kerugian negara,” jelasnya.

Tersangka pun dijerat dengan Pasal Primair Pasal 2 ayat (1) dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Pasal 2 ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dan untuk Pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari ketiga tersangka yang terjerat kasus tersebut, hanya tersangka TP yang sudah mengembalikan kerugian negara.

“Tersangka TP sudah mengembalikan kerugian pada tahap penyidikan sebesar Rp175 juta. Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 4 yang menyatakan, bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan perbuatan tindak pidana,” pungkasnya.

Editor : Rahadih Gedoan

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com