Connect with us

Zona Sulut

Kumtua Sea Satu Terpidana Korupsi ADD-Dandes Dieksekusi Kejari Minahasa

Published

on

MINAHASA, ZONAUTARA.com Lelaki Ronal Rori (39), oknum Hukum Tua (Kumtua) Desa Sea I, Kecamatan Pineleng dijebloskan ke penjara oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa, belum lama ini.

Ronal dieksekusi berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD-Dandes) tahun 2015.

Kepala Kejari Minahasa Rakhmat Budiman T melalui Kasi Intel Noprianto Sihombing ketika dimintai keterangannya, Rabu (15/8/2018), tak menampik hal tersebut.

“Telah dieksekusi awal bulan ini,” kata Sihombing.

Menurut dia, Ronal harus menjalani putusan hukuman penjara selama satu tahun dan denda Rp50 juta dengan subsidier 1 bulan penjara. Hal itu lantaran oknum Kumtua itu terbukti melakukan perbuatan melawan hukum berupa Tipikor atas ADD-Dandes tahun 2015 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp77.819.157.

Di mana, kerugian tersebut didapat dari pekerjaan fisik seperti pembangunan drainase dua unit, betonisasi jalan tiga unit, talud satu unit dan perkerasan jalan lapis beton satu unit.

Namun, dikatakan Sihombing, jika dana tersebut telah dikembalikan ke Kas Negara.

“Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi seluruh Kumtua di Minahasa dalam melakukan pengelolaan ADD-Dandes untuk sesuai aturan. Jika main-main, kami tak segan untuk memproses hukum,” pungkasnya. (K-03)

 

Editor : Christo Senduk

Zona Sulut

GMIM sepakat ambil bagian dalam upaya pelestarian satwa liar dilindungi

GMIM bisa berperan lewat seruan saat khotbah.

Published

on

Foto bersama usai penandatanganan MOU. (YSYSI)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menandatangani kesepakatan dengan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI) tentang upaya pelestarian satwa liar dilindungi.

Penandatanganan dokumen kesepakatan itu dilakukan, Kamis 13 Juni 2019 di Kantor Sinode GMIM, Tomohon. Ikut hadir Ketua Sinode GMIM, Hein Arina yang didampangi Sekretaris Sinode GMIM Evert Andri Alfonsius Tangel, Ketua YSYI Yunita Siwi dan Duta Yaki Indonesia, Khouni Lomban Rawung.

YSYI memandang pentingnya peran gereja dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat terkait dengan konsumsi dan perdagangan satwa liar yang ada di Sulawesi utara.

“Penurunan populasi satwa liar semakin hari semakin memprihatinkan. Tantangan konservasi di Sulut sangatlah beragam. Untuk itu perlu adanya kerjasama dari semua pihak untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati dari ancaman kepunahan. GMIM adalah salah satu pemegang kunci keberhasilan konservasi di Sulut,” jelas Yunita.

Keterlibatan Gereja diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap satwa liar Sulawesi yang endemik, dilindungi dan hampir punah.

“Tujuan dari kerjasama ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati yang merupakan ciptaan Tuhan, lewat khotbah dan kegiatan konservasi. Gereja telah mendapatkan mandat untuk mengelola, mengusahakan dan memelihara bumi sejak Adam dan Hawa ditempatkan di Taman Eden,” tambah Yunita.

Khouni Lomban Rawung, sebagai Duta Yaki Indonesia, mendorong baik GMIM maupun YSYI bersama-sama tidak lelah dalam menjaga lingkungan, mulai dari penanganan sampah plastik hingga persoalan konsumsi satwa liar yang dilindungi.

Sementara itu, Hein Arina menyambut baik kerjasama ini dan berharap dapat mendukung program lingkungan lainnya seperti pengurangan sampah plastik.

“Kami akan mengeluarkan himbauan untuk tidak mengonsumsi satwa liar dilindungi dalam perayaan hari-hari besar gereja,” kata Arina.

Disaat yang sama diserahkan tumbler dari YSYI dan kantong belanja ramah lingkungan yang terbuat dari jaring asli buatan Kota Bitung dari Duta yaki Indonesia Khouni Lomban Rawung untuk Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, sebagai komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik. (**)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com